Pascabencana Gempa dan Tsunami, Kemdikbud Siapkan 333 Sekolah Darurat

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
11 Okt 2018   14:00

Komentar
Pascabencana Gempa dan Tsunami, Kemdikbud Siapkan 333 Sekolah Darurat

Ilustrasi sekolah darurat (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menyiapkan 333 unit sekolah darurat untuk memfasilitasi kegiatan belajar-mengajar bagi siswa-siswi di Palu, Donggala dan Sigi, Sulawesi Tengah pasca bencana.

"Dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kami menyiapkan 333 unit sekolah darurat berkapasitas tujuh ruang," ujar Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Poppy Dewi Puspitasari.

Poppy menuturkan, UNICEF akan membantu ratusan tenda dengan standar internasional, yang mana saat ini satu tenda sudah berdiri di Patebo dan 20 unit tenda lainnya sedang disiapkan.

Baca Lainnya : Hasil Kajian di 40 Desa, Inilah Bantuan yang Dibutuhkan Korban Bencana Pascagempa Palu

"Tenda masih dalam perjalanan, nanti distribusinya tentunya setelah kita melakukan pendataan," ujarnya.

Selain bantuan dari UNICEF, Kemdikbud direncanakan juga akan membangun sekolah untuk kegiatan belajar-mengajar. Namun pihaknya akan melihat dulu hasil pemetaan lokasi yang aman untuk rekonstruksi bangunan.

Sebelumnya, gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter dan tsunami pada 28 September 2018 mengakibatkan sekitar 186 ribu peserta didik di 1.724 satuan pendidikan dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA/SMK terganggu dalam layanan pendidikan di tiga daerah terparah yaitu Kota Palu, Donggala, dan Sigi.

Hingga saat ini, Poppy mengatakan telah teridentifikasi 22 guru yang meninggal dan 14 orang lainnya hilang. 

"Kemungkinan banyak siswa yang terseret tsunami saat mengikuti gladi resik Festival Palu Nomoni dan ada Bible Camp yang terhisap lumpur di Jono Oge, Kabupaten Sigi," katanya.

Baca Lainnya : Jumlah Toilet Minim, Pengungsi Gempa Palu Terancam Penyakit

Lebih lanjut Poppy juga menjelaskan, kondisi saat ini siswa, guru dan pegawai dinas pendidikan masih banyak yang mengungsi di gunung dan sebagian mengungsi ke luar Sulawesi Tengah.

"Pendataan belum optimal karena terkendala komunikasi terutama di Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong," ujarnya.

Sebagai penanganan tanggap darurat, Kemdikbud juga memberikan bantuan pengelolaan pos pendidikan, distribusi makanan, air mineral, susu, makanan bayi, obat-obatan, selimut, termasuk bahan bakar minyak sebanyak 17 truk dan didistribusikan kepada tenaga kependidikan.

Selain itu, Kemdikbud juga melakukan pendataan siswa, fasilitas pendidikan dan kebudayaan, pendidik dan tenaga kependidikan,serta pembentukan satuan tugas Kemendikbud yang berpusat di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sulteng.

Total jumlah peserta didik Kabupaten Donggala, Sigi, Parigi Moutong, dan Palu adalah 256.836. Namun, untuk jumlah keseluruhan peserta didik yang terdampak masih dalam penghitungan.

Baca Lainnya : Bina Swadaya Bagikan Selimut dan Lampu Solar Cell Kepada Korban Gempa Palu

Berdasarkan data per 6 Oktober 2018, ada 422 sekolah terdampak yakni lima sekolah PAUD, 161 SD, 45 SMP, 89 SMA, 74 SMK, dan empat sekolah luar biasa (SLB).

Sementara itu, 79 guru dan tenaga kependidikan terdampak berdasarkan data per 8 Oktober  2018. Sedangkan siswa terdampak sebanyak 59 dengan rincian 23 orang meninggal, 35 orang hilang dan satu luka berat. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: