Vanili Indonesia Jadi Primadona di Dunia Memicu Perusahaan Belgia Investasi di Flores

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
28 Sep 2018   10:36

Komentar
Vanili Indonesia Jadi Primadona di Dunia Memicu Perusahaan Belgia Investasi di Flores

Budidaya vanili (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Potensi budidaya tanaman vanili menarik minat perusahaan dari Belgia yang tertarik berinvestasi pengembangan tanaman vanili di Kabupaten Flores Timur. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur,  mengungkapkan saat ini pihaknya sedang memfasilitasi perusahaan Belgia yang berminat investasi mengembangkan tanaman vanili di daerah setempat.

"Ada perusahaan dari Belgia yang sementara ini kami fasilitasi proses investasinya untuk mengembangkan vanili di daerah kami," ujar Kepala DPM-PTSP Kabupaten Flores Timur, Yohanes Kopong, baru-baru ini.

Yohanes menjelaskan, investasi pengembangan tanaman vanili akan difokuskan di wilayah Pulau Adonara melalui usaha budidaya hingga pembangunan pabrik pengolahannya. Dijelaskannya, saat ini perusahaan sedang bergerak untuk pengembangan budidaya melalui pendampingan kelompok-kelompok petani.

Baca Lainnya : Mahasiswa Unbaja Perkenalkan Budidaya Hidroponik di Anyer

Lalu untuk pengumpulan hasil vanili, dikatakan sementara akan dikerjakan dengan para petani yang menyebar di sejumlah kecamatan seperti Adonara Barat, Adonara Tengah, Adonara Timur, dan sekitarnya.

Yohanes mengungkapkan, pihaknya saat ini memfasilitasi proses perizinan untuk pembangunan pabrik yang sedang diurus perusahaan tersebut agar secepatnya bisa dibangun.

"Rencana teknis perusahaan ini akan membangun pabrik pengolahannya di Desa Wurung, Kecamatan Adonara Barat," ujarnya.

Baca Lainnya : Kementan Apresiasi Budidaya Lengkeng Berbasis Masyarakat di Borobudur

Terkait nilai investasi pengembangan vanili, Yohanes mengatakan belum tercatat pasti karena belum dicantumkan dalam proposal proyek tersebut, namun menurutnya bisa menghabiskan paling sedikit puluhan miliar.

Pihaknya terus melakukan upaya memperlancar proses investasi tersebut mengingat belum banyak perusahaan asing yang menguasai berbagai mekanisme dan persyaratan adminstrasi perizinan di daerah.

Baca Lainnya : Pemkab Bangka Dorong Petani Manfaatkan Bekas Tambang Timah Untuk Budidaya Ikan

Meskipun ada bagian perizinan yang menjadi wewenang pemerintah provinsi maupun pusat, namun pihaknya tetap memberikan pertimbangan dan rekomendasi teknis lainnya agar investasi ini segera direalisasikan.

"Karena sudah tentu nantinya akan berdampak cukup banyak terutama untuk kepentingan peningkatan ekonomi masyarakat kita selain itu juga memicu sektor-sektor lain untuk berkembang," ujarnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

607 Infrastruktur Kaltim Dibangun dari Dana Desa

Binsar Marulitua   Pendampingan
Bagikan:          
Bagikan: