LIPI Dampingi Pengrajin Tahu di Sumedang, Olah Limbah Jadi Biogas

TrubusPreneur
By Syahroni | Followers 2
27 Sep 2018   22:30

Komentar
LIPI Dampingi Pengrajin Tahu di Sumedang, Olah Limbah Jadi Biogas

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Sumedang terkenal akan produksi tahunya. Yah, sudah sejak lama wilayah ini dikenal sebagai salah satu sentra pembuatan tahu khas yang jarang dijumpai di wilayah lain. Karena banyaknya sentra industri tahu, tentunya limbah yang dihasilkan juga cukup banyak.

Untuk itu, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) turun tangan dalam membantu mengolah limbah tahu tersebut menjadi energi baru bagi masyarakat sekitar untuk memasak. Yah, biogas dari hasil pengolahan limbah tahu dimanfaatkan menjadi sumber gas alternatif.

LIPI melalui Loka Penelitian Teknologi Bersih (LPTB) dengan dukungan dari Nanyang Technological University, Singapura telah merancang dan membangun Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) anaerobik di dusun Giriharja, desa Kebon Jati, kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Baca Lainnya : Atasi Bau di Kali Item, Ini Beberapa Solusi dari para Peneliti LIPI

Kepala Loka Penelitian Teknologi Bersih LIPI, Sri Priatni mengatakan, industri tahu merupakan salah satu industri yang menghasilkan limbah organik berupa limbah padat dan limbah cair. Limbah cair tahu mempunyai pH rendah, berkisar di angka 4-5 di bawah ambang batas normal 7, dan mempunyai senyawa-senyawa terlarut yang apabila langsung dibuang dapat mengakibatkan lingkungan menjadi tercemar.

"Selain itu, limbah cair tahu mempunyai bau busuk yang menyengat. Kondisi ini membuat limbah tahu berbahaya karena dapat merusak kualitas air sungai serta mengganggu warga sekitar," katanya saat melakukan serah terima peralatan pengolah limbah tahu di dusun Giriharja, Rabu (26/9) kemarin.

Baca Lainnya : LIPI Berhasil Sulap Limbah Pasar Menjadi Karbon Dot Multi Guna

Peneliti bidang pengolahan limbah dan pencemaran lingkungan LPTB LIPI, Neni Sintawardani menjelaskan, dari kondisi pencemaran ini memunculkan inisiatif LIPI untuk memberikan solusi alternatif pengolahan limbah tahu secara anaerobik yang mampu menghasilkan energi alternatif berupa biogas.

Giriharja dipilih karena dukungan yang tinggi dari masyarakat setempat yang berprofesi sebagai perajin tahu.

"Masyarakat setempat mendukung dengan menyediakan lahan dan sekaligus ikut aktif berperan dalam pengelolaan IPAL," ucapnya.

Di wilayah tersebut lanjutnya, ada 9 perajin tahu. Dari biogas yang dihasilkan dari limbah tahu diwilayah itu, 89 kepala keluarga kini bisa memasak dengan bahan bakar tersebut. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

607 Infrastruktur Kaltim Dibangun dari Dana Desa

Binsar Marulitua   Pendampingan
Bagikan:          
Bagikan: