Distan Serang Inginkan Petani juga Budidaya Jamur

TrubusNews
Thomas Aquinus
27 Sep 2018   16:30 WIB

Komentar
Distan Serang Inginkan Petani juga Budidaya Jamur

Kepala Distan Kota Serang, Anis S Salam (Foto : Trubus.id)

Trubus.id -- Dinas Pertanian (Distan) Kota Serang mengimbau kepada para petani untuk mulai mengembangkan budidaya tanaman lain dan tidak hanya terfokus pada tanam padi semata. Salah satu contoh alternatif tanaman selain padi diantaranya adalah budidaya jamur tiram.

"Takala ada jeda setelah panen, untuk musim tanam berikutnya diselingi dengan penanaman jamur tiram. Jamur tak memerlukan lahan luas dan membutuhkan banyak air, akan tetapi hasilnya menjanjikan," ungkap Kepala Distan Kota Serang, Anis S Salam yang ditemui di ruang kerjanya, Kamis (27/9).

Dikatakan Anis, Distan sendiri telah melakukan bimbingan teknis terkait Budidaya Jamur Tiram, dimana dalam Bimtek tersebut pesertanya terdiri dari kelompok tani, dan para penyuluh pertanian, perkebunan, dan perikanan.

Baca Lainnya : Karena Jamur, Eddy Haryono Harus Meringkuk 7 Tahun di Penjara

Panen jamur menurutnya tidak membutuhkan waktu lama seperti padi, yakni hanya satu bulan sudah bisa dipanen. Saat ini, sudah mulai banyak restoran yang menyajikan jamur tiram, yang diolah dengan berbagai macam seperti nugget, bakso, sop, dan lainnya. 

"Saya pernah ke salah satu daerah, ada restoran yang menunya jamur semua dengan berbagai olahan," ungkap Anis.

Di Kota Serang sendiri, baru satu petani yang melakukan budidaya jamur tiram, yakni di daerah Kecamatan Curug. Kedepan, dirinya berharap para petani ini tidak hanya mengandalkan padi saja akan tetapi mulai berinovasi membudidayakan jamur tiram.

"Kedepan juga kita ingin ada penyuluhan, jadi ketika ada petani jamur yang bingung silahkan berkonsultasi," katanya.

Baca Lainnya : Salah Mengonsumsi Jamur, 11 Orang Tewas dan 800 Lainnya Dirawat

Sementara itu, Kasi Produksi Holtikultura Rina Budianti mengatakan, jika sebenarnya budidaya jamur ini sudah ada sejak 2015 lalu dan hampir di semua kecamatan ada kelompok taninya. Namun dari banyaknya kelompok tani jamur, sampai saat ini hanya satu yang aktif yaitu berada di Kecamatan Curug.

"Makanya saat ini kami bangkitkan lagi, dengan memberikan bimtek mulai dari pasca panen dan pengolahannya," jelas Rina.

Bagi petani yang hendak budidaya jamur tiram ini harus sepenuh hati. Dalam sehari harus dilihat tiga kali untuk memeriksa kondisi jamur. Harga jamur juga saat ini cukup tinggi yakni Rp10 ribu per kilo dari petani, tapi jika sudah di konsumen harganya bisa mencapai Rp20 ribu.

"Kedepan kami berharap ada bantuan anggaran untuk pengolahannya, sebagai tindaklanjut dari kegiatan ini bimtek ini," tandasnya. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Berdayakan Ekonomi Warga Melalui Bank Sampah

Pendampingan   11 Sep 2020 - 14:09 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: