Karlos Sianipar, Kembangkan Kain Ulos dari Sutera Agar Menjadi Produk Khas Nusantara

TrubusPreneur
By Syahroni | Followers 2
26 Sep 2018   19:30

Komentar
Karlos Sianipar, Kembangkan Kain Ulos dari Sutera Agar Menjadi Produk Khas Nusantara

Karlos Sianipar bersama Miss Universe dan Putri Indonesia. (Foto : Trubus.id/ Reza Perdana)

Trubus.id -- Setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khasnya masing-masing. Tak hanya dari budayanya, produk tradisional yang dihasilkan setiap daerah pun berbeda-beda. Masing-masing daerah memiliki ciri khasnya sendiri. Seperti kain ulos dari Sumatera Utara ini.

Kain ulos asal Sumut cukup terkenal karena keindahannya. Tak hanya di dalam negeri, keindahan kain ulos juga banyak dikagumi negara lain. Saat ini sendiri, ada cukup banyak perancang dan produsen kain yang memang menjadikan kain ulos sebagai produk jualan utamanya. Seperti yang dilakukan Karsitex Ulos ini contohnya.

Terletak di Jalan Hang Tuah Nomor 20, Kota Medan, Sumut, usaha produsen kain ulos Karsitex Ulos berdiri. Usaha ini sendiri sudah turun temurun dilakoni. Tercatat, sudah sejak tahun 1935 perusahaan ini berdiri. Adalah Karl Sianipar pencetusnya.

Baca Lainnya : Athan Siahaan, Mengubah Ulos Menjadi Karya yang Memukau Dunia

Saat ini usaha tersebut telah diambil alih oleh gerenasi keempat, yaitu Karlos Sianipar. Ia kemudian mengubah nama menjadi Karsitex Ulos by Arthuro. Dengan latar belakang pendidikan teknik tekstil dari Bandung, Karlos optimis mampu melanjutkan dan mengembangkan usaha yang dirintis pendahulunya itu.

“Pelanggannya Karsitex Ulos by Arthuro berasal dari berbagai kalangan mulai dari pejabat, artis, hingga kaum sosialita, yang tersebar di banyak kota di Indonesia,” katanya, Rabu (26/9).

Bahkan ia menuturkan, Presiden Republik Indonesia keenam yaitu Susilo Bambang Yudhoyono beserta istri, Ani Yudhoyono, sudah menggunakan kain ulos sutera dari Karsitex Ulos secara khusus untuk dikenakan di beberapa acara kenegaraan.

“Hal ini adalah buah dari kerja keras mendiang Bapak Arthur Sianipar yang terus aktif memasarkan karyanya dengan mengikuti berbagai pameran berskala nasional dan internasional, hingga mendapatkan beragam penghargaan bergengsi dari pemerintah maupun pihak lainnya,” tuturnya.

Walau telah sukses menjalankan usaha secara turun temurun, tapi masih banyak kendala yang ia rasakan. Terutama pada bahan bakunya yang menggunakan Sutera dan juga para penenun.

“Karena kain ulos berbahan sutera merupakan karya indah yang proses pembuatannya tidak mudah. Kami memberikan fasilitas dan pelatihan untuk para penenun muda agar produk kami dapat terus eksis dan kualitasnya terjaga. Namun, tidak sedikit yang mengundurkan diri atau menyerah karena kerumitan pembuatan kain ulos ini,” ungkapnya.

Baca Lainnya : Pameran Ulos Tua dan Langka Digelar di Museum Tekstil Mulai 20 September

Sementara dari segi bahan baku, yaitu benang sutera, ia harus mengimpor keluar negeri karena ketersediaan benang sutera di Indonesia yang masih sangat minim.

“Bahan baku yang kami hasilkan sendiri belum cukup, maka kami terpaksa harus impor guna memenuhi permintaan konsumen. Jikalau bahan baku tersebut tersedia di dalam negeri, tentu kami lebih memilih itu, namun hingga saat ini, hampir tidak ada,” tuturnya.

Ia berpendapat bahwa dalam hal inilah peran pemerintah diperlukan untuk melahirkan para petani sutera penghasil benang sutera berkualitas yang tidak kalah dengan produksi negara lain.

“Tujuannya agar kami selaku pengrajin ulos dan sebagai pelaku UMKM dapat berinovasi lebih baik lagi dalam menghasilkan aneka ragam produk ulos sutera dengan cost yang lebih terjangkau,” terangnya.

Saat ini, Karlos memiliki sebanyak 18 orang penenun dan dapat memproduksi 70 sampai dengan 80 potong kain ulos setiap bulan. Ia juga selalu berupaya untuk menjaga kualitas produk. Setiap ulos yang dipesan pelanggan dikerjakan dengan tingkat ketelitian yang tinggi, dengan rata-rata waktu pemesanan ulos selama 3 bulan. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: