Upaya Bank Indonesia Tingkatkan Kemandirian Petani Bawang di Dairi

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
21 Sep 2018   22:45

Komentar
Upaya Bank Indonesia Tingkatkan Kemandirian Petani Bawang di Dairi

petani binaan Kelompok Tunas Muda (Foto : Trubus.id)

Trubus.id -- Bank Indonesia Kantor Pewarkilan Wilayah Sumatera Utara melakukan Phasing Out klaster bawang merah terhadap petani binaan Kelompok Tunas Muda. Phasing Out dilaksanakan di Desa Silalahi, Kabupaten Dairi.

Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Sumatera Utara, Demina Sitepu mengatakan, Pashing Out bertujuan mengakhiri aktivitas intensif pembinaan yang dilakukan pihaknya, dan menyerahkan kepada dinas terkait di Kabupaten Dairi untuk pengelolahan lebih lanjut.

"Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan kemandirian kepada para petani bawang merah binaan pada kelompok Tunas Muda," kata Demina, Kamis (20/9).

Dijelaskannya, Bank Indonesia sudah melakukan pembinaan selama 4 tahun. Selama pembinaan kepada klaster, pihaknya telah memberikan bantuan teknis seperti pelatihan dan demplot budidaya bawang merah, pengujian kesuburan tanah, serta pelatihan pembuatan Mikro Organisms Lokal (MOL).

Baca Lainnya : Miris, Petani Bawang Merah Indramayu Merana Dua Kali

"Kita juga melakukan penguatan kelembagaan kelompok, pengendalian OPT bawang merah, sampai dengan pengolahan pupuk organik dan sertifikasi penangkar bawang merah," ucapnya.

Dengan capaian ini, Bank Indonesia berharap dapat menjadi modal besar yang nantinya dapat dimanfaatkan kelompok dan Pemerintah Daerah. Dalam hal ini Dinas Pertanian Dairi untuk melanjutkan pendampingan, dan melakukan pengembangan komoditas bawang merah di wilayah dan kelompok lain yang dinilai potensial.

"Walau dilakukan Pashing Out, Bank Indonesia terus memonitoring keberlangsungan para petani bawang merah Kelompok Tunas Muda dalam pengelolahan usaha secara produktif," ungkapnya.

Bank Indonesia juga melihat, Kabupaten Dairi menjadi satu sentra atau penghasil bawang merah terbesar di wilayah Sumatera Utara. Hal ini tentunya akan menjadi peluang yang baik, karena bawang merah menjadi pengaruh terhadap laju inflasi.

Baca Lainnya : Jaga Stabilitas Bawang Merah Saat Musim Hujan, Ini Strategi Kementan

Kabid Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Kabupaten Dairi, Resmina Siska Tampubolon menyebut, pihaknya tetap melakukan pembinaan dan monitoring terhadap pengembangan bawang merah di Desa Silalahi. 

Upaya pemberian dukungan juga telah dilakukan pihaknya melalui pemberian bantuan dalam bentuk bibit bawang merah, pupuk, obat-obatan, serta sosialisasi mengenai cara penanganan pascapanen dan bertanam. 

Disebutkannya, di Kecamatan Silahi Sabungan ada lebih dari 25 Poktan yang menanam bawang. Kendalanya terdapat pada hama penyakit yang menyebabkan Poktan mengalami gagal panen. Untuk mengantisipasi hal ini, pihaknya menempatkan pengamat hama penyakit tanaman agar membantu Poktan yang mengalami gagal panen.

Baca Lainnya : Harga Bawang Merah Turun di Manado

"Kita mengucapkan rasa terima kasih kepada BI yang telah memberikan bantuan kepada Poktan. Poktan Tunas Muda diharapkan dapat memanfaatkan bantuan secara maksimal, dan budidaya bawang merah di daerah bisa lebih berkembang lagi," ungkapnya.

Ketua Kelompok Tani Tunas Muda, Tomy Silalahi mengungkapkan, para petani berharap ke depan Bank Indonesia terus memberikan dorongan dan dukungan kepada para petani Binaannya.

"Supaya ke depan para petani bisa terus melakukan pengelolaan dan pengembangan usaha produktif bawang merah secara baik, serta mendapatkan hasil panen maksimal," tandasnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

607 Infrastruktur Kaltim Dibangun dari Dana Desa

Binsar Marulitua   Pendampingan
Bagikan:          
Bagikan: