Kuningan Kreatif, Gaya Mandiri Anak Muda Milenial dalam Membangun Kampung

TrubusPreneur
By Karmin Winarta | Followers 0
19 Sep 2018   09:40

Komentar
Kuningan Kreatif, Gaya Mandiri Anak Muda Milenial dalam Membangun Kampung

Nino Kawilang, founder Kuningan Kreatif (Foto : Karmin Winarta/trubus.id)

Trubus.id -- Dulu banyak anak muda yang hijrah atau melakukan urbanisasi ke kota-kota besar dengan harapan tingkat kehidupannya membaik. Namun, di era sekarang kesadaran untuk membangun kampung halaman makin meningkat. Salah satu contohnya adalah kelompok anak muda yang menyebut namanya Kuningan Kreatif.

Dengan memakai basecamp di Pesona Alam Gunung Keling Blok A No 8, Cigugur, Kuningan, mereka bertekad  membangun dan meningkatkan kompetensi anak-anak muda di kampungnya, sehingga mereka tak perlu lagi melakukan urbanisasi. Menurut Nino Kawilang, foundernya, Kuningan Kreatif berisi orang-orang yang ingin maju dan bersama-sama memajukan kota Kuningan.

Beberapa kegiatan Kuningan Kreatif sangat beragam mulai dari bidang pertanian, film, fotografi, pengembangan pariwisata sampai penyelamatan lingkungan. Saat ini beberapa anak muda yang bergabung di Kuningan Kreatif sedang mendampingi petani di Kutawaringin, Selajambe untuk bertani secara benar dan dengan sistem organik.

Baca Lainnya: Danny Setyawan , Berdayakan Warga Melalui Rumah Baca Sangkrah

"Produksi pertanian di Kuningan menurun drastis karena pengolahannya yang kurang baik dan penggunaan pupuk bahan kimia. Kita mengenalkan kembali cara bertanam seperti nenek moyang kita, " katanya di sela-sela panen raya padi organik, Senin (17/9) di Kutawaringin.

Selain padi, para pemuda ini juga melakukan pemberdayaan pada petani kopi. Para petani kopi di lereng Gunung Ceremai mendapatkan edukasi mulai dari penanaman, pemetikan, pengolahan bahkan hingga pemasarannya dengan membentuk kedai-kedai kopi. Menurut Nino, sampai saat ini telah berdiri sekitar 20 kedai kopi di Kuningan.

Berkolaborasi dengan Kopi Waja, mereka mensosialisasikan bahwa kopi Kuningan juga memiliki kualitas unggul. 

"Kalau dulu para petani kopi langsung menjual ke pabrik-pabrik, sekarang Kopi Waja dan teman-teman Kuningan Kreatif memberikan nilai tambah kopi kuningan dengan kemasan yang menarik, rasanya juga lebih enak. Dan ini akan membuka lapangan pekerjaan bagi anak-anak muda Kuningan dan sekitarnya.

Baca Lainnya: Roswita Asti Kulla, Edukasi Anak-anak Sumba dengan Seluruh Gajinya

Di bidang peternakan, Tim Kuningan Kreatif juga melakukan edukasi peternakan lele dengan cara bioflok. Hasilnya dijual dalam bentuk lele olahan untuk dijadikan oleh-oleh khas Kuningan. Tidak hanya melibatkan anak-anak muda, pengolahan lele ini juga mengajak para orang tua yang selama ini tak punya kegiatan pasti.

Dalam waktu dekat, Kuningan Kreatif akan menggelar Festival Gunung Ceremai, berkolaborasi dengan seniman dari Kuningan. Saat ini Kuningan Kreatif juga sedang mensosialisasikan situs sejarah di Sagarahiang, Kecamatan Darma.

Di bidang multimedia, anak-anak muda yang belajar video dan fotografi pun telah mempunyai prestasi yang membanggakan. Mereka berhasil meraih juara 1 tingkat nasional video kreatif dalam rangka hari konservasi alam nasional dan  juara 2 tingkat nasional yang diadakan Kementerian Lingkungan Hidup. Judul film pendeknya adalah "AKU CEREMAI''

Dari mana biaya operasional untuk semua kegiatan ini?

"Biaya sendiri mas, kata Nino Kawilang. [KW/SN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

607 Infrastruktur Kaltim Dibangun dari Dana Desa

Binsar Marulitua   Pendampingan
Bagikan:          
Bagikan: