Kementerian ESDM Himbau Program Sampah Jadi Listrik Dilaksanakan di Daerah

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
14 Sep 2018   19:00

Komentar
Kementerian ESDM Himbau Program  Sampah Jadi Listrik Dilaksanakan di Daerah

Menteri ESDM Ignasius Jonan (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan program waste to energy merupakan kewajiban, khususnya untuk kota-kota besar di Indonesia. Adapun pemerintah pusat saat ini terus mendorong setiap kota atau daerah untuk menjadi kota yang besar dan modern.  Untuk itu, hal penting yang harus dilakukan adalah pengelolaan sampah dengan waste to energy yakni membuat sampah menjadi energi listrik.

Menteri Jonan menghimbau kepada para kepala daerah untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di daerahnya masing-masing. Dikatakan Jonan, saat ini baru beberapa kota yang sudah memanfaatkan sampah untuk listrik, salah satunya adalah Kota Surabaya, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Benowo dengan kapasitas 11 MW.

Baca Lainnya : Air Bersih Langka di Daerah, Ignasius Jonan Akan Bangun 550 Sumur

"Saya berharap khususnya kepada wali kota, kepala daerah, dan gubernur harus terus mendorong untuk membangun pembangkit listrik guna mengelola sampah secepat mungkin," ujarnya.

Jonan juga merasakan, tantangan paling besar dalam pengelolaan sampah menjadi energi adalah karena setiap pemerintah daerah merasa bahwa sampah itu merupakan komoditi. "Jadi kalau dibangun PLTSa, malah yang bangun listrik itu yang harus beli sampahnya. Nah ini satu debat yang panjang sekali," ungkapnya.

Baca Lainnya : Ignasius Jonan: 529 Unit Lampu Hemat Energi untuk Papua Barat

Kedepannya, bagi pemerintah daerah yang berencana akan membangun PLTSa, Jonan memastikan, listriknya akan dibeli dan disalurkan ke dalam sistem transmisi dan distribusi PT PLN. Selain itu, Jonan juga memberikan solusi jika daerah tidak ingin ambil pusing dalam pembangunan PLTSa, silakan mengirimkan surat kepada Jonan agar PT PLN yang membangun PLTSa tersebut.

"Kalau, misalnya, tidak mau pusing, tulis surat ke saya, bilang minta PLN yang bangun, nanti saya bikin keputusan biar PLN yang bangun. Nanti PLN terima sampah di depan pembangkitnya. Jadi tidak mengganggu. Kalau dulu ini anggaran pengangkutannya berapa, tipping fee dan lainnya," tutupnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: