Petani Batudulang Komitmen Jaga Kualitas Madu dengan Pelestarian Alam Hutan

TrubusNews
Thomas Aquinus
12 Sep 2018   18:00 WIB

Komentar
Petani Batudulang Komitmen Jaga Kualitas Madu dengan Pelestarian Alam Hutan

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Komitmen petani yang fokus menjaga kelestarian alam menjadikan kualitas madu hutan di Desa Batudulang, Kecamatan Batu Lanteh, Sumbawa sudah tidak diragukan lagi. Proses produksinya yang higienis, pengemasannya yang rapi menjadi unggulan madu Desa Batudulang yang mulai dilirik banyak kalangan.
 
Terjaganya kepercayaan konsumen terhadap Madu Desa Batudulang tidak lepas dari kekompakan dan kreativitas petani madu setempat yang dikenal dengan komunitas hutan lestari. Komunitas inilah yang menjadikan madu di desa Batudulang terpenuhi secara skala ekonomi.
 
"Permintaan madu terlalu besar. Makanya kita berinisiatif mendirikan komunitas ini agar hasil panen dikumpulkan dan diolah menjadi satu, sehingga skala produksinya menjadi besar," kata M Junaidi Jen, Ketua Komunitas Hutan Lestari di Desa Batu Dulang, Sumbawa, Senin (10/9).

Baca Lainnya : Begini Cara Minum Madu untuk Menurunkan Berat Badan
 
Selain pengembangan madu, komunitas Hutan Lestari juga memproduksi sarang lebah untuk diolah menjadi bahan utama kosmetik. Olahan ini telah memiliki pasar tetap di Bali dengan harga Rp100 ribu per 800 gram. Sedangkan untuk madunya sendiri dijual dengan harga Rp130 ribu per kilogram. 
 
"Kalau sarangnya kita olah menjadi seperti lilin. 1 kilogram sarang bisa menghasilkan 800 gram lilin. Ini kita jual ke Bali untuk bahan utama kosmetik," ujarnya.
 
Junaidi menjelaskan, meski telah berhasil menghimpun hasil panen para petani, namun  hasil panen madu hutan desa  berangsur mengalami penurunan. Dikatakannya, pada tahun 2015 menghasilkan 31 ton, tahun 2016 hanya 17 ton, dan tahun 2017 9 ton. Menurutnya, faktor ini disebabkan kondisi hutan yang semakin memprihatinkan.

Baca Lainnya : Minum Air Madu Tiap Hari, 7 Hal Ini yang Akan Terjadi pada Tubuhmu
 
"Hasil panen turun dipengaruhi tiga faktor, penebangan (hutan), penanaman jagung karena pestisidanya bisa mengakibatkan lebah mati, dan pemburu madu yang memanen langsung habis. Komunitas hutan lestari selalu mensosialisasikan agar kalau panen jangan panen habis," katanya.
 
Menurutnya, kualitas madu sudah teruji karena proses panen hingga pengemasan dilakukan dengan metode yang baik. Selain itu, lokasi Desa Batudulang jauh dari perkotaan sehingga bunga hutan yang dihinggapi lebah tidak terkontaminasi oleh polusi dan zat kimia.
 
"Apalagi madu ini kan dikelola oleh komunitas yang sudah terlatih dan sudah kita berikan pemahaman tentang panen madu yang baik. Peralatannya juga baik," terangnya. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: