Dewi Lestari: Literasi Tak Hanya Sekadar Bebas Buta Huruf

TrubusPreneur
By Astri Sofyanti | Followers 1
12 Sep 2018   17:30

Komentar
Dewi Lestari: Literasi Tak Hanya Sekadar Bebas Buta Huruf

Penulis buku dewi lestari terima penghargaan IKAPI (Foto : Trubus.id / Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Penulis buku terkenal Dewi Lestari, yang setiap karyanya selalu  best seller  ini mendapat apresiasi dari Ikatan Penerbit Indonesi (IKAPI). Apresiasi tersebut berbentuk penghargaan kategori Book of The Year dengan judul buku ‘Aroma Karsa’.

Bagi Dewi Lestari menerima penghargaan kategori Book of The Year bukan hanya perihal konten, karena biasanya kalau penghargaan karya sastra lebih dari sekadar konten.

“Penghargaan IKAPI ini menurutnya lebih melihat buku secara keseluruhan, jadi tidak cuma isinya saja tapi juga dilihat dari segi penjualannya serta penerimannya di masyarakat. Jadi bagi saya ini merupakan sebuah penghargaan yang terasa komplit,” kata Dewi Lestari saat ditemui Trubus.id usai mendapat penghargaan Book of The Year dari IKAPI, di Jakarta Convention Center, Kompleks Glora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Rabu (12/9).

Baca Lainnya : Niaga Swadaya Berikan Buku Bacaan Gratis Kepada Warga di Leuwiliang Bogor

Indonesia sampai saat ini masih tertinggal dalam dunia literasi yang berkembang sangat cepat. Kondisi inilah yang membuat Dewi ingin berkarya dalam dunia literasi untuk menyebarluaskan dan mengajak masyarakat giat membaca.

Menurutnya literasi bukan hanya sekadar bebas buta huruf, tapi mampu menjadi pembaca yang baik dan penyuka buku pengetahuan. Oleh sebab itulah, Dewi menganggapnya sebagai dimensi dalam literasi.

Lebih lanjut Dewi mengatakan, untuk membangun budaya literasi baca bisa dimulai dari keluarga di rumah.

“Kebiasaan membacakan dongeng sebelum tidur bisa menjadikan seorang anak menyukai buku, jadi kita ajarkan anak-anak mulai menyukai buku bacaan sejak ia masih kecil,” ucapnya.

Baca Lainnya : Dinas Pariwisata Bali Rancang Buku Rencana Mitigasi, Seperti Apa?

Menurutnya, kebiasaan inilah yang mampu membuat anak-anak sebagai generasi penerus bangsa Indonesia untuk memulai menjadikan dunia literasi sebagai bekalnya untuk menambah wawasan.

“Targetkan membaca satu buku seminggu, bisa meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia,” tuturnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: