Desa Susu, Harapan Baru Peternak Sapi di Bandung

TrubusNews
Thomas Aquinus
02 Sep 2018   12:00 WIB

Komentar
Desa Susu, Harapan Baru Peternak Sapi di Bandung

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Peternak sapi di Bandung saat ini sedang membangun Desa Susu, yang nantinya direncanakan akan menjadi proyek percontohan tata kelola dan tata laksana peternakan yang baik atau Good Dairy Farming Practice (GDFP) di Indonesia.

"Rencananya akan ada dua desa susu di Lembang dan Pangalengan. Namun yang sudah siap di Lembang," kata Ketua Umum Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS). Aum mengungkapkan, desa susu tersebut hasil kerja sama beberapa pihak di antaranya KPBS, KPBSu, dan PT Frisian Flag Indonesia (FFI). Desa susu sendiri merupakan program peternakan yang menggunakan teknologi modern, berkelanjutan, dan juga ramah lingkungan. 

"Intinya, nanti dalam satu kawasan yang dimiliki ramai-ramai para peternak. Program ini untuk meningkatkan kesejahteraan peternak sekaligus meningkatkan produktivitas," ujarnya. Corporate Affairs Director FFI Andrew F Saputro mengatakan, desa susu ini merupakan program lanjutan dari program yang sudah ada.

“Kami sedang menyiapkan sebuah Desa Susu (Dairy Village) yang akan diluncurkan dalam waktu dekat ini," ujarnya.

Andrew mengungkapkan, para peternak sapi perah lokal Indonesia sangat penting bagi perusahaannya. Sebab selama ini, mereka menyediakan bahan baku susu sapi segar berkualitas yang berimbas pada kepastian kelancaran produksi FFI.

"Kemitraan ini akan terus ditingkatkan. Bahkan kemitraan ini tidak hanya terbatas pada penyerapan bahan baku susu segar untuk diproduksi, namun juga menjadi upaya pemberdayaan peternak. Kami ingin mereka mampu meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil susu ternaknya yang secara jangka panjang akan berdampak pada perekonomian mereka,” jelasnya.

Saputro menjelaskan, Populasi Sapi Data Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat tahun 2016, diketahui terdapat lebih dari 123.000 ekor sapi perah di wilayah Jawa Barat. Adapun jumlah peternak sapi perah yang terdaftar sebagai anggota koperasi lebih dari 20.000 orang.

Menurutnya, dengan kondisi alam yang ada di Jawa Barat, potensi pertumbuhan industri peternakan sapi perah masih sangat tinggi. Itulah mengapa kemitraan menjadi penting. [NN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Cegah Virus Corona, Kemendes PDTT Bentuk Desa Tanggap Covid-19

Pendampingan   26 Mar 2020 - 08:37 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: