Pemerintah Siapkan FL Bangun Ribuan Rumah Rusak di Lombok

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
23 Agu 2018   09:31

Komentar
Pemerintah Siapkan FL Bangun Ribuan Rumah Rusak di Lombok

Rumah runtuh akibat gempa Lombok (Foto : Trubus.id / Thomas Aquinus Krisnaldi)

Trubus.id -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mempunyai cara segera memulihkan kondisi bangunan yang rusak akibat gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Cara tersebut dilakukan dengan partisipasi para fasilitator lapangan (FL) dalam program Rehabilitasi dan Rekonstruksi Masyarakat dan Permukiman Berbasis Komunitas (Rekompak). 

Caranya yaitu dengan melatih para fasilitator lapangan (FL) sebagai tenaga Rekompak untuk diterjunkan melakukan pembangunan rumah di lokasi bencana. Sebelumnya, para FL itu sudah dilatih oleh Balitbang dan Ditjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR dan pelatihan berikutnya dilakukan oleh Ditjen Cipta Karya.

“Ada 36.000 rumah rusak berat dan saat ini dibutuhkan sekitar minimal 1.800 FL untuk mendampingi masyarakat saat membangun rumah. Berdasarkan pengalaman bangun rumah swadaya ada satu FL untuk setiap 10 sampai 20 rumah,” terang Wakil Presiden RI Jusuf Kalla melalui keterangan tertulis.

Baca Lainnya : Wapres Ingatkan, Dana Bantuan Pemerintah untuk Bangun Rumah Rusak Akibat Gempa

Menurut Jusuf Kalla, nantinya para FL juga disiapkan oleh pemda setempat dengan kriteria pendidikan minimal tingkat SMA/STM. Begitu pula para mahasiswa yang melakukan Kuliah Kerja Nyata Tematik dari berbagai PTN/PTS yang akan diberikan pelatihan menjadi tenaga FL.

Jusuf Kalla mengajak berbagai pihak membantu rehabilitasi rumah pasca- gempa Lombok, terutama memperbaiki rumah-rumah yang rusak akibat gempa.

“Terkait rehabilitasi rumah dilakukan oleh Kementerian PUPR dan rekonstruksinya dilakukan oleh Gubernur NTB. Pembangunan rumah masyarakat terdampak gempa akan diselesaikan enam bulan ke depan melalui pendampingan dari Kementerian PUPR,” terangnya.

Hal itu disampaikannya saat berkunjung ke lokasi gempa Lombok didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Kunjungan itu dilanjutkan dengan rapat koordinasi tentang rekonstruksi dan rehabilitasi pasca-gempa.

Baca Lainnya : Dari 8.000, Hanya 3.000 Rumah di Mataram yang Lolos Verifikasi Bantuan Gempa

Hasil identifikasi sementara mencatat ada sekitar 78 fasilitas publik dan 36.000 rumah rusak berat dan rekonstruksi bangunan permanennya yang membutuhkan waktu satu hingga dua tahun.

Sementara itu, untuk fasilitas pendidikan, lebih dari 500 sekolah yang terdiri dari PAUD, SD, SMP, dan SMA/SMK diidentifikasi rusak. Perbaikan pun sudah mulai dilakukan di 43 sekolah. Sampai saat ini, pembangunan 20 Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) dan 4 Rumah Unggul Sistem Panel Instan (Ruspin) sudah dimulai.   

Rumah-rumah tersebut recananya akan digunakan untuk rumah petugas, mushala, dan rumah sakit sementara.  “Ini merupakan program Rekompak yang pernah dilaksanakan pasca-bencana gempa bumi tahun 2006 di Yogyakarta,” ujar Basuki Hadimuljono.

Baca Lainnya : BNPB Akui Kearifan Lokal Rumah Adat Khas Sasak yang Mampu Tahan Gempa

Sebelumnya, Kementerian PUPR telah mengembangkan rumah tahan gempa melalui teknologi Risha dalam program rehabilitasi fasilitas publik dan rumah untuk mempercepat pemulihan kehidupan sosial-ekonomi masyarakat pasca-gempa Lombok.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah pusat telah menganggarkan bantuan Rp 50 juta untuk setiap kepala keluarga dan akan dilakukan dengan sistem swakelola untuk membangun rumah tahan gempa. Hal ini sekaligus menjadi edukasi kepada masyarakat mengenai cara membangun rumah tahan gempa. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: