Kementan Apresiasi Budidaya Lengkeng Berbasis Masyarakat di Borobudur

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
22 Agu 2018   22:00

Komentar
Kementan Apresiasi Budidaya Lengkeng Berbasis Masyarakat di Borobudur

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kementerian Pertanian (Kementan) terus mengembangkan produksi buah-buahan dalam negeri. Salah satunya adalah dengan mendorong produksi lengkeng baik pada sentra kawasan maupun skala rumah tangga. Hal tersebut dikemukakan oleh Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Suwandi yang mengatakan, pengembangan kawasan harus memperhatikan keunggulan komparatif dan kompetitif wilayah. Bahkan harus dikelola secara komprehenship dari hulu hingga hilir.

Pekan lalu, Suwandi berkesempatan mengunjungi kebun lengkeng yang dikelola Mugiyanto dari sewa lahan Bumdes Graha Mandala, Desa Borobudur, Jawa Tengah.

"Sungguh luar biasa, kebun Lengkengnya 1,3 hektare berisi 250 batang dirawat rapih, bersih dan tanaman subur. Hasil panen pertama 40-50 kg per pohon atau mencapai 12 ton per hektare," kata Suwandi di Jakarta, Rabu (22/8).

Menurutnya, pengelolaan kebun lengkeng ini merupakan model pengembangan budidaya lengkeng berbasis kawasan yang memberikan keuntungan baik pada pengelola maupun kesejahteraan masyarakat sekitar.  Hal tersebut terbukti dengan kebun lengkeng dijadikan tempat objek wisata, sehingga dikenal Candi Borobudur plus Wisata Kebun Lengkeng.

Baca Lainnya : Balitbangtan Siap Mendistribusi 50 Ribu Benih Lengkeng

"Ini agar menjadi inspirasi bagi para pemuda tani. Saya bangga dan haru kepada Mugiyanto yang baru mengetahui ternyata seorang TNI penyandang disabel dinas di Kodim 0705 Magelang," ujarnya. Mugiyanto terpaksa kehilangan satu kakinya setelah diamputasi saat bertugas tugas di Ambon 2000 silam.

Suwandi mengakui, pasar buah lengkeng saat ini masih terbuka lebar. Produksi lengkeng pada 2017 baru 10.100 ton dengan luas  panen 638 hektare. Kini, angka tersebut terus digenjot menjadi luas tanam 1.500 hektare berisi 300 ribu pohon. Tahun ini, pihaknya mendidistribusikan 50 ribu bibit lengkeng ke masyarakat.

"Jawa Tengah merupakan sentra Lengkeng terbesar, dengan 167 ribu pohon dengan jenis lengkeng Batu, Selarong, Pingpong, Diamond River, Itoh, Mutiara Poncokusumo dan Kateki," ujarnya.

Saat ini lokasi sentra lengkeng tersebar di Jawa Tengah yakni Kabupaten Semarang, Blora, Karanganyar, Klaten, Jepara, Temanggung, Wonogiri, Magelang.dan Sragen.

Baca Lainnya : Ingin Jauhi Stres, Rajin Makan Sayur dan Buah Dong

Sementara itu, Mugiyanto mengungkapkan, kiprahnya di sektor pertanian terinspirasi adanya kerjasama TNI dan Kementan dalam meningkatkan ketahanan pangan. Kerja sama ini menekankan anggota TNI harus berbuat terbaik bagi negeri tercinta.

"Di luar waktu dinas dan saat libur, saya giat bertani lengkeng hingga malam hari. Bahkan di waktu luang, sudah biasa keliling membina 30 petani Magelang dan 200-an petani daerah lain, menyebarkan informasi via dunia maya dan menjadi nara sumber berbagai pertemuan," jelasnya.

Kebun lengkeng yang dibangunnya dilakukan dengan sewa lahan 1,3 hektare ke BUMDes hingga lima tahun ke depan tersebut memiliki produksi yang baik, bahkan pada panen kedua produksinya naik dua hingga tigabkali lipat dari panen pertama.

"Kuncinya di benih unggul, agroklimat sesuai, teknologi tepat dan disempurnakan dengan doa. Ini usaha menguntungkan, harga di petani Rp 40 hingga Rp 50 ribu per kg, kalau di supermarket bisa 70 ribu per kg," pungkasnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

607 Infrastruktur Kaltim Dibangun dari Dana Desa

Binsar Marulitua   Pendampingan
Bagikan:          
Bagikan: