Airlangga: Peningkatan SDM Jadi Prioritas Pemerintah di Tahun 2019

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
21 Agu 2018   11:30

Komentar
Airlangga: Peningkatan SDM Jadi Prioritas Pemerintah di Tahun 2019

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto : Dok Kemenperin)

Trubus.id -- Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2019 akan fokus pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Prioritas ini sesuai dengan peta jalan Making Indonesia 4.0, yang salah satu program prioritasnya adalah peningkatan kualitas SDM dengan tujuan agar Indonesia mampu menghadapi revolusi industri generasi keempat.

Beberapa program direncanakan untuk mencapai tujuan ini. Di antaranya dengan pelaksanaan pendidikan vokasi yang link and match dengan industri. "Langkah strategis ini guna mendorong terciptanya inovasi untuk industri 4.0," ujarnya, Selasa (21/8).

Presiden Joko Widodo dalam Sidang Umum Tahunan MPR-RI juga menyebutkan, pemerintah terus mendorong pendidikan tinggi untuk melakukan terobosan-terobosan agar lulusannya bisa lebih adaptif di era revolusi industri 4.0.

Baca Lainnya : Kemendes PDTT Komit Kuatkan SDM di Desa, Caranya? 

Airlangga juga menambahkan, peningkatan kompetensi SDM saat ini menjadi prioritas karena dapat memacu produktivitas dan daya saing sektor industri nasional. Selain itu, lima sektor manufaktur yang tengah dikembangkan adalah industri makanan dan minuman, otomotif, elektronika, kimia serta tekstil dan pakaian.

“Program yang akan kami laksanakan, antara lain pengembangan lima sektor industri prioritas yang ditetapkan Making Indonesia 4.0, peningkatan kompetensi SDM industri melalui pendidikan vokasi, serta kegiatan Santripreneur dan penumbuhan wirausaha idustri baru,” katanya.

"Sektor-sektor ini memiliki potensi dan keunggulan komparatif serta berkontribusi 60 persen terhadap PDB," sambungnya.

Baca Lainnya : Di RAPBN 2019, Presiden Jokowi Inginkan Pengembangan SDM Jadi Prioritas

Kini, Kemenperin mampu melibatkan sebanyak 618 perusahaan dengan menggandeng hingga 1.735 SMK. “Upaya yang kami lakukan ini sebagai implementasi Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK,” ujarnya.

Airlangga menyebutkan, program pendidikan vokasi yang link and match dengan industri akan ditingkatkan kapasitasnya hingga dua kali lipat. Dengan adanya peningkatan kapasitas dan jangkauan, diharapkan program vokasi tersebut mampu menyentuh berbagai lini masyarakat dan di seluruh daerah di Indonesia.

Oleh karena itu, Kemenperin mengusulkan tambahan anggaran pada 2019 kepada DPR RI sebesar Rp 2,57 triliun. Anggaran tersebut guna mengimplementasikan agenda nasional sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0 sebagai strategi memasuki revolusi industri keempat.

Program yang akan dilaksanakan di antaranya pengembangan lima sektor industri prioritas yang ditetapkan Making Indonesia 4.0, peningkatan kompetensi SDM industri melalui pendidikan vokasi, serta kegiatan Santripreneur dan penumbuhan wirausaha industri. [NN]

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: