Bina Swadaya dan ERCB Fokus Beri Bantuan di 6 Desa Terdampak Gempa Lombok

TrubusNews
Thomas Aquinus
21 Agu 2018   07:00 WIB

Komentar
Bina Swadaya dan ERCB Fokus Beri Bantuan di 6 Desa Terdampak Gempa Lombok

Agung, tim tanggap darurat Bina Swadaya saat melakukan assessment lapangan (Foto : Trubus.id / Thomas Aquinus Krisnaldi)

Trubus.id -- Yayasan Bina Swadaya yang tergabung dalam jaringan Emergency Response Capacity Building (ERCB) akan merespon gempa Lombok dengan memberikan bantuan fokus di 6 desa wilayah terdampak gempa. Ketua tim Tanggap Darurat Yayasan Bina Swadaya, Agung Prasetio saat melakukan assessment dilapangan 2 hari setelah gempa menyimpulkan, hingga saat ini kebutuhan pengungsi mayoritas yaitu tenda maupun terpal untuk tempat tinggal sementara mereka. 

“Saat ini kebutuhan mereka (pengungsi) masih sama yaitu barang seperti terpal untuk mendirikan tenda, selain itu kebutuhan untuk kebersihan pengungsi juga mereka butuhkan,” katanya. 

Bina Swadaya yang ditunjuk sebagai leader jaringan ERCB bersama 4 lembaga lainnya Karina, Perdhaki, CRS, dan LPTP memutuskan untuk merespon di 6 desa yaitu, 4 desa di Kabupaten Lombok Utara dan 2 desa di Kabupaten Lombok Barat.

Baca Lainnya : Serangkaian Gempa, Belum Pengaruhi Aktivitas 6 Gunung Api di Sekitar Lombok

“Lombok Utara itu di Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Desa Kayangan, Desa Sesait, Desa Santong yang ketiganya di Kecamtan Kayangan, di Lombok Barat, Desa Kekait, Kecamatan Gungung Sari dan Desa Sandik, Kecamatan Batu Layar,” katanya.

Adapun kegiatan yang akan dilakukan di 6 desa tersebut adalah memberikan bantuan berupa distribusi terpal, matras, hygiene kit, distribusi alat air minum BETA (kerjasama dengan DMTK), pembuatan jamban darurat (kerjasama dengan DMTK), layanan kesehatan (pemeriksaan dan pengobatan), kampanye hidup bersih dan sehat, serta yang terakhir yaitu trauma healing.

Baca Lainnya : BMKG: 2 Gempa Besar di Lombok Adalah Gempa Kembar

Proses assessment dikatakan Agung sangat penting dilakukan karena menyangkut kebutuhan pengungsi agar terdistribusi secara merata. Menurutnya, jika tidak dilakukan pendataan awal sangat berpotensi menimbulkan masalah baru, seperti tidak semua korban mendapat bantuan yang sama yang berdampak timbulnya rasa iri antar sesama korban.

Agung saat melakukan pendataan pengungsi di desa Santong (Foto:Trubus.id/Thoma Aquinus)

Agung mengakui hal tersebut terlihat saat mendatangi lokasi pengungsian di Desa Sigar Penjalin, salah satu petugas posko bantuan mengungkapkan, kalau bantuan yang datang tidak banyak maka dengan terpaksa akan menunggu bantuan serupa hingga terkumpul dahulu baru dibagikan supaya adil dan merata.

Baca Lainnya : Penyebab Gempa Terus Menerus di Lombok Berasal dari Sesar Naik Flores

Sementara itu, jaringan ERCB sebelumnya sudah pernah melakukan kerjasama serupa saat gempa Aceh di Pidie Jaya. Beberapa lembaga yang tergabung dalam ERCB memberikan bantuan kegiatan sesuai dengan bidang keahlian masing-masing lembaga.

Menurut Agung, ERCB ini merupakan jaringan bersama yang dapat memberikan bantuan atau pengaruh besar di satu wilayah. 

“Kita bisa melakukan beberapa kegiatan di satu lokasi wilayah. Seperti halnya di Aceh, kita membantu berupa hunian sementara, mck umum, hygiene kit dan hygiene promotion,” ujar Agung. [NN] 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Syarat Pengembangan Desa Pesisir Menjadi "Dewi Bahari"

Pendampingan   18 Mei 2020 - 13:21 WIB
Bagikan: