Bambu, Potensi Besar Pendulang Rupiah yang Belum Banyak Dilirik Orang

TrubusNews
Ihsan Maulana
16 Agu 2018   10:15 WIB

Komentar
Bambu, Potensi Besar Pendulang Rupiah yang Belum Banyak Dilirik Orang

Ilustrasi bambu (Foto : pixabay/free-photos)

Trubus.id -- Indonesia memang dianugerahi oleh kekayaan alam yang melimpah ruah. Baik itu kekayaan migas hingga kekayaan alam, salah satunya adalah bambu.

Beberapa waktu belakangan ini, bambu menjadi sorotan publik Jakarta, khususnya netizen di sosial media. Pasalnya, saat ini di depan patung selamat datang kawasan bundaran HI, terpasang karya seni bambu.

Potensi bisnisnya pun tidak kalah menarik. Karena, produk bambu memiliki peluang besar untuk bisa di ekspor ke berbagai negara, meski demikian produk olahan bambu yang dibuat menjadi furnitur pun masih dirasa belum maksimal ke luar negeri.

Baca Lainnya : Unik, Patung Bambu di Bundaran HI untuk Asian Games 2018

Sekretaris Jenderal Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (Himki), Abdul Sobur mengungkapkan, produk furnitur bambu yang diekspor masih tergolong kecil. Misalnya dari skala volume, produk furnitur bambu masih kalah dengan produk furnitur yang berasal dari kayu, rotan, dan besi.

"Kan sebetulnya kalau dalam skala volume bambu masih terkecil di bawah rotan bahkan di bawah metal," ujarnya kepada awak media, baru-baru ini.

Nilai ekspornya juga masih kecil. Abdul menyebut ekspor furnitur dari bambu hanya US$ 15 juta per tahun, jumlah ini kalah telak dibanding ekspor furnitur kayu.

"Kalau hitungan dari data Himki, tidak sampai US$ 15 juta per tahun. Berarti Rp 200 miliar. Kalau kayu bisa US$1,2 miliar atau kira-kira Rp 20 triliun," sambungnya.

Baca Lainnya : Kerjasama Kehutanan Dengan Fiji, Indonesia Kirimkan Bambu Terbaik

Padahal, bahan baku bambu sangat melimpah di berbagai daerah di Indonesia. Bambu juga memiliki karakteristik unik, karena dalam 4 tahun bisa dipanen.

"Kalau kita mau jujur bambu produk paling sustain, ini poinnya, artinya dia bisa ditanam di Indonesia di manapun tempatnya terutama di wilayah Jawa Barat di Priangan atau Jawa Tengah itu sangat subur bahkan 4 tahun bisa panen. Kalau di Eropa misal tanam kayu bisa 80 tahun umurnya, Indonesia sengon 4 tahun bisa panen, bambu juga begitu," paparnya.

Untuk itu, pihaknya terus mendorong agar ekspor produk bambu bisa lebih digarap serius, dengan pengembangan dari sisi alat produksi, riset, sampai desain.

"Bukan hanya alat, teknologi, riset pengetahuan masih minim dari pengawetan, pengolahan. Bukan hanya meja kursi, bahkan untuk bangunan untuk dinding sudah bisa sebenarnya bambu itu," imbuhnya. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Cegah Virus Corona, Kemendes PDTT Bentuk Desa Tanggap Covid-19

Pendampingan   26 Mar 2020 - 08:37 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: