Salut, di Wilayah Ini Sebagian Dana Desa Dipakai untuk Berdayakan Kaum Difabel

TrubusPreneur
By Ihsan Maulana | Followers 0
13 Agu 2018   23:00

Komentar
Salut, di Wilayah Ini Sebagian Dana Desa Dipakai untuk Berdayakan Kaum Difabel

Ilustrasi (Foto : Pixabay)

Trubus.id -- Penggunaan Dana Desa menuntut kreatifitas warga desa penerima. Untuk itu, Pemerintah Desa Pucung, Kecamatan Kismantoro, Wonogiri Jawa Tengah, mengalokasikan sebagian dana desa yang mereka terima, untuk membantu pemberdayaan kaum difabel. Hal ini patut diapresiasi, mengingat tidak semua pemerintah desa sadar dan mau memberdayakan kaum difabel untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

Sedikitnya enam orang penyandang difabel yakni tunarungu, wicara, grahita mengikuti pelatihan membatik di Balai Desa Pucung, baru-baru ini. Para pesertanya berasal dari Dusun Pucung dan Dusun Jladri.

Baca Lainnya : Mendes PDTT Ajak Masyarakat Bengkulu Awasi dan Manfaatkan Dana Desa

Kepala Urusan Umum dan Perencanaan, serta Tim Pengelola Kegiatan Desa Pucung, Yoyok Ernowo mengungkapkan, sampai saat ini banyak kaum difabel yang kurang mendapat perhatian dari pemerintah desa. Meskipun, kaum difabel memiliki potensi yang sama dengan masyarakat normal lain pada umumnya.

"Makanya, Pemerintah Desa Pucung menganggarkan dana desa untuk melatih ketrampilan para penyandang difabel. Karena kaum difabel juga memiliki hak yang sama dengan masyarakat normal lainnya, ini sebagai wujud kesetaraan,” ujar Yoyok ketika ditemui wartawan di sela kegiatan, baru-baru ini.

Baca Lainnya : Jokowi Ingin Dana Desa untuk Bangun Fasilitas Olahraga

Sementara, pelatihan yang digelar selama dua hari itu, akan dilanjutkan dengan pertemuan rutin setiap bulan, untuk memproduksi berbagai jenis batik dengan pemasaran yang akan dibantu oleh Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Pucung, Karya Mandiri.

Di Desa Pucung sendiri, sedikitnya ada 51 orang penyandang difabel, yang tersebar di empat dusun yakni Dusun Jladri, Pucung, Gandring, dan Gupakan. Dengan rincian, dua orang menyandang tunarungu, empat orang gangguan kejiwaan, 17 orang tunawicara, 23 orang tunagrahita, cacat ganda dua orang, cacat tubuh dua orang, serta tunanetra satu orang. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: