Tak Lagi di Pinggir Jalan, Sultan Jogja Ingin Pelaku UMKM Gelar Produknya di Bandara

TrubusPreneur
By Ihsan Maulana | Followers 0
10 Agu 2018   13:00

Komentar
Tak Lagi di Pinggir Jalan, Sultan Jogja Ingin Pelaku UMKM Gelar Produknya di Bandara

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, ingin para pelaku usaha mikro kecil menengah di sini, bisa ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau pembeli, namun tidak sembarangan seperti sebelumnya.

Ia menilai, lebih baik jika terdapat satu tempat publik yang menjajakan produk UMKM di pusat aktivitas, seperti misalnya bandara.

"Kami tidak mau lagi UMKM jualan di pinggir, bukan tempat strategis," tegas Sultan HB X di kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, baru-baru ini.

Baca Lainnya: UMKM Babel Segera Rambah Pasar Asean, Ini Langkah Konkretnya

Sementara itu, Bandara Internasional Yogyakarta yang rencananya rampung tahun depan, Sultan HB X juga telah menargetkan beberapa lokasi-lokasi strategis di bandara tersebut untuk UMKM berjualan, berukuran sekitar 500 meter persegi.

Dalam dua tahun pertama, pemerintah provinsi akan membantu memfasilitasi pelaku UMKM, dengan menggratiskan biaya sewa tempat. Baru setelah itu, mereka diharapkan bisa mandiri dalam pembiayaan sewanya.

Saat ini, Pemprov DIY juga telah membuat tim kurator, dalam menentukan produk apa yang memiliki nilai jual tinggi untuk dijajakan di bandara. Hal tersebut dilakukan, karena Sultan HB X menginginkan produk-produk UMKM yang masuk bandara, memiliki kualitas tinggi.

Baca Lainnya: Apa Cara Pemkot Pekalongan Tingkatkan Kualitas Industri Batik di Sana?

Tidak hanya kualitas, kompetisi sehat juga jadi pertimbangan Gubernur. Ia meminta jangan sampai harga yang dijual UMKM  terlalu mahal. Ia berharap, langkah tersebut dapat memberi ruang bagi UMKM di Yogyakarta, untuk sungguh-sungguh dalam melakukan penetrasi pasar.

Di sisi lain, Pemprov DIY juga mengusulkan ada pihak swasta maupun BUMN yang bisa menyediakan bahan baku untuk UMKM sehingga mereka tidak perlu impor bahan baku.

"Yang selama ini memang UMKM beli dari luar negeri, mungkin sudah 50 persen dari modalnya habis buat bahan baku. Perputarannya sangat kecil," tutupnya.[KW]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: