Penambahan Alokasi Dana Desa Dorong Realisasi Peningkatan Ekonomi

TrubusNews
Binsar Marulitua
03 Agu 2018   19:45 WIB

Komentar
Penambahan Alokasi Dana Desa Dorong Realisasi Peningkatan Ekonomi

Ilustrasi dana desa (Foto : Trubus.id)

Trubus.id -- Pemerintah terus berusaha untuk meningkatkan anggaran dana desa setiap tahunnya sejak bergulirnya pada 2015. Pada 2019, pemerintah masih berusaha meningkatkan alokasinya menjadi Rp85 triliun.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengatakan bahwa kucuran dana desa pada 2015 sebesar Rp20,7 triliun, lalu ditingkatkan menjadi Rp40, 9 triliun pada 2016. Kemudian pada 2017, dana desa kembali ditingkatkan menjadi Rp60 triliun dan pada 2018 sebesar Rp60 triliun.

"Insyaallah tahun depan dana desa akan dinaikan dari Rp60 triliun menjadi Rp73 triliun. Tapi, ternyata presiden masih berusaha untuk menaikkan lagi dana desa itu menjadi Rp85 triliun. Jadi kita doakan mudah-mudahan keuangan negaranya cukup agar tahun depan dana desanya bisa Rp85 triliun," ungkapnya melalui rilis resmi, Kamis (2/8).

Baca Lainnya : Kemenko PMK Tinjau Pemanfaatan Dana Desa di Kecamatan Syiah Kuala Aceh, Apa Hasilnya?

Mendes juga menyampaikan bahwa presiden selalu berpesan agar dana desa yang jumlahnya sangat besar tersebut untuk selalu dikawal dan dijaga agar bisa bermanfaat untuk pembangunan desa dan kesejahteraan masyarakat desa.

Terbukti bahwa dampak dari dana desa sangat besar dalam percepatan pembangunan desa dan meningkatkan ekonomi di desa. Adapun dampak dari dana desa tersebut yakni sebagai penunjang aktivasi ekonomi masyarakat dengan membangun sekitar 123.858 kilometer jalan desa, 781.258 meter jembatan, 6.576 unit pasar desa, tambatan perahu sebanyak 2.960 unit, 28.830 unit irigasi, 3.111 unit sarana olahraga dan pembangunan embung sebanyak 1.971 unit.

Baca Lainnya : Pengelolaan Dana Desa di Sorong Diakui Mendes PDTT Berhasil

Bukan itu saja, dana desa juga berdampak dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan membangun 67.094 penahan tanah, 38.331 sarana air bersih, 112.003 MCK, 5.402 polindes, 38.217.065 meter drainase, 18.177 paud, 11.574 posyandu dan pembangunan sumur sebanyak 31.122 unit.

"Tahun ini tingkat kemiskinannya menyentuh single digit yakni 9,8%. Kalau ini bisa terus kita pertahankan, maka dalam 5 tahun ke depan jumlah orang miskin di desa akan jauh lebih kecil daripada di kota," papar Menteri Eko. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Industri Batik dan Kerajinan Perlu Dipoles Teknologi Modern

Pendampingan   12 Okt 2020 - 10:24 WIB
Bagikan:          

Berdayakan Ekonomi Warga Melalui Bank Sampah

Pendampingan   11 Sep 2020 - 14:09 WIB
Bagikan:          
Bagikan: