Wujudkan Destinasi Wisata, IPB Lakukan Pendampingan Masyarakat di Pantai Muaragembong Bekasi

TrubusPreneur
By Ihsan Maulana | Followers 0
02 Agu 2018   20:15

Komentar
Wujudkan Destinasi Wisata, IPB Lakukan Pendampingan Masyarakat di Pantai Muaragembong Bekasi

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Institut Pertanian Bogor, saat ini tengah melakukan pendampingan kepada masyarakat di Desa Pantaimekar, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi. Hal ini dilakukan dalam upaya mewujudkan destinasi wisata potensi alam setempat.

"Kami mengirim empat orang perwakilan dari Pusat Kajian Resolusi Konflik dan Pemberdayaan Masyarakat IPB, untuk mewujudkan pengembangan wisata di Muaragembong," ujar Kepala Pusat Kajian Konflik dan Pemberdayaan IPB, Prof Dr Ir Sumardjo Ms di Muaragembong, Kamis (2/8).

Sementara dari hasil kajian pihaknya, alam di Desa Pantaimekar sangat berpotensi untuk bisa digarap menjadi destinasi wisata baru di kawasan pesisir Bekasi tersebut.

Baca Lainnya : Upaya Menciptakan Desa-Desa Wisata di Kecamatan Silahisabungan

Sejumlah komponen penunjang kawasan wisata, yakni hutan mangrove, kampung batik Bekasi dan kampung kuliner di sekitarnya juga mulai menunjukan perkembangan signifikan dalam setahun terakhir.

Di sisi lain, dalam sebulan keterlibatan pihaknya pada program tersebut menemui sejumlah masalah dalam mewujudkan destinasi wisata di wilayah setempat, salah satunya adalah masalah sampah yang merusak estetika kawasan.

"Sampah-sampah plastik ini dikirim dari kawasan hulu Sungai Cikarang Bekasi Laut (CBL), serta dari Laut Muaragembong yang masuk ke lingkungan Pantaimekar," imbuhnya.

Baca Lainnya : Presiden Jokowi Inginkan Studio Alam Desa Gamplong Jadi Potensi Wisata Baru

Sumardjo menyebutkan, masyarakat setempat sebenarnya sudah sadar dengan pentingnya budaya bersih untuk mewujudkan kawasan wisata, tetapi adanya kiriman sampah setiap harinya membuat masalah sampah ini terus menjadi pekerjaan berat.

"Alhamdulillah, hari ini truk sampah sudah mulai beroperasi di sini, dan intensif melakukan evakuasi sampah di bantaran sungai maupun laut," tambahnya.

Untuk urusan akses wisata, timnya menemukan jika jalur wisata lebih cepat diakses melalui Teluk Jakarta, ketimbang pusat Kota Bekasi.

Baca Lainnya : Kulon Progo Kembangkan BUMDes Wisata, Seperti Apa? 

"Kalau dari Teluk Jakarta hanya butuh waktu kurang dari sejam naik perahu tiba di Pantaimekar, tapi kalau diakses dari pusat kota Bekasi, bisa menghabiskan waktu perjalanan darat lebih dari dua jam. Ditambah lagi situasi jalan yang belum semuanya bagus," sambungnya.

Ia menambahkan, rekomendasi selanjutnya adalah membentuk badan koperasi yang bertanggung jawab dalam pinjaman modal kepada masyarakat untuk pengembangan berbagai produk lokal.

Baca Lainnya : Dongkrak Kunjungan Wisatawan, Pemerintah Siapkan Skema KUR Pariwisata

"Karena kuliner bandeng di sini enak. Dibuat tanpa tulang dan dagingnya dicampur rempah yang gurih. Bisnis seperti ini yang perlu dikembangkan lewat koperasi," tandasnya.

Begitu juga dengan bisnis rumput laut, yang secara swadaya warga  berprofesi sebagai nelayan juga perlu didukung permodalan agar lebih berkembang. [NN]

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

607 Infrastruktur Kaltim Dibangun dari Dana Desa

Binsar Marulitua   Pendampingan
Bagikan:          
Bagikan: