Kerajinan Lokal Topang Perekonomian Masyarakat Papua

TrubusNews
Diah Fauziah
29 Juli 2018   15:00 WIB

Komentar
Kerajinan Lokal Topang Perekonomian Masyarakat Papua

sepatu anyam, salah satu produk kerajinan tangan khas Papua. (Foto : Trubus.id/ Diah Fauziah)

Trubus.id -- Tidak sekadar keindahan alam seperti pantai, danau, pegunungan, dan lembah, Provinsi Papua Barat memiliki beragam produk kerajinan lokal yang unik.

"Produk kerajinan yang kami buat menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat setempat. Apalagi, semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke Papua Barat," kata Marice Fonataba, perajin dari Sanggar Toroa yang ditemui Trubus.id di kantor Walikota Sorong, Papua, Sabtu (27/7).

Produk kerajinan tangan yang dijual memiliki nilai jual hingga jutaan rupiah.

"Biasanya, kami jual di kapal untuk oleh-oleh wisatawan. Tidak hanya itu, kalau ada pameran produk oleh-oleh, kami juga ikut berpartisipasi," lanjutnya.

Baca Lainnya : Noken, Oleh-oleh Khas Papua dari Kulit Kayu

Puluhan produk lokal buatan tangan ditawarkan. Ada noken, tas khas Papua terbuat dari kulit kayu, ataupun cincin kayu.

"Paling murah, harga yang dijual Rp20 ribu dan termahal itu Rp5 juta seperti patung ukiran asmad dan tas noken dari kulit kayu genemo," ungkapnya.

Setiap hari, Marice bekerja dengan 150 orang rekan kerjanya di Sanggar Toroa dan Sanggar Towari. Dalam sehari, ia bisa mendapatkan Rp500 ribu hingga Rp1 juta.

"Paling kecil Rp100 ribu. Kami sendiri berusaha bekerja," jelasnya.

Baca Lainnya : Mau Merasakan Sensasi Salju Abadi Pegunungan Papua Tanpa Mendaki? Begini Caranya

Sebagai seorang istri dan juga ibu, Marice mengatakan jika dirinya tidak hanya sibuk membuat kerajinan tangan untuk dijual ke wisatawan. Namun, ia juga harus mengurus anak-anaknya untuk pendidikan agar mereka menjadi orang berhasil di masa depan.

"Itulah kenapa, ketika membuat kerajinan, butuh waktu yang lumayan lama, sekitar satu bulan. Karena saya tidak fokus ke situ saja, tapi juga harus mengurus anak-anak dan suami," imbuhnya.

Ia berharap jika kebudayaan Papua terus dilestarikan. Tujuannya agar, "Kita punya budaya tidak punah. Terus diwariskan ke anak cucu, agar semakin banyak penduduk asli Sorong yang membuat dan memasarkan produk oleh-oleh khas Papua." [DF]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Industri Batik dan Kerajinan Perlu Dipoles Teknologi Modern

Pendampingan   12 Okt 2020 - 10:24 WIB
Bagikan:          

Berdayakan Ekonomi Warga Melalui Bank Sampah

Pendampingan   11 Sep 2020 - 14:09 WIB
Bagikan:          
Bagikan: