Upaya Menciptakan Desa-Desa Wisata di Kecamatan Silahisabungan

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
18 Juli 2018   21:00

Komentar
Upaya Menciptakan Desa-Desa Wisata di Kecamatan Silahisabungan

TSAF Menciptakan desa wisata (Foto : Trubus.id)

Trubus.id -- Berawal dari tiga tahun lalu, sekelompok anak muda dari Rumah Karya Indonesia (RKI) di Desa Paropo, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, tertarik dengan kekayaan seni dan budaya serta alam sekitarnya.

Mereka kemudian berinteraksi lebih intens dan membuat kegiatan yang diberi nama Silahisabungan Arts Festival (SAFe) #1 & #2. Berbagai kegiatan berhubungan dengan kesenian dan kebudayaan masyarakat pun digelar. SAFe menjadi cikal bakal Tao Silalahi Arts Festival (TSAF).

Direktur TSAF, Ojak Manalu mengatakan, baik SAFe maupun TSAF memiliki semangat dan tujuan yang sama, yaitu memperkenalkan seni dan budaya serta kekayaan alam yang indah.

Baca Lainnya : Peran BUMDes dalam Mengembangkan Desa Wisata

"Kami berkegiatan di sini sebagai upaya untuk lebih intens lagi dalam berproses menambah khazanah kesenian dan kebudayaan," kata Ojak, Rabu (18/7).

Mengenai TSAF, Ojak mengaku, pihaknya mencoba merefleksikan yang sudah dilakukan sejak tiga tahun lalu. Melalui TSAF, RKI memiliki konsep dan gagasan baru dalam menyediakan liburan sedu dan berbudaya di Bukit Baha, Desa Paropo. 

"Kami dulu datang ke sebuah desa di Kecamatan Silahisabungan, lalu berkenalan dengan seorang anak muda bernama Hermanto Situngkir," ujarnya.

Baca Lainnya : Pertanian Pedesaan Butuh Inovasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Warga Desa

Dari situ kemudian RKI menggelar camping massal. Tidak hanya sekadar camping, di dalamnya diisi berbagai kegiatan kesenian dan kebudayaan. Awalnya hanya diikuti beberapa tenda saja.

"Seiring berjalannya waktu, sekarang, ada dinamika di sana, muncul camping ground, ekonomi baru seperti area parkir, warung. Wilayah ini semakin dikenal luas, menjadi destinasi wisatawan dan pecinta alam. Bahkan tempat gathering perusahaan," ucap Ojak.

Pada tahun 2017, peserta SAFe bertambah. Dari puluhan tenda di tahun pertama, dalam setahun peserta bertambah menjadi 300 dari masyarakat, 80 seniman, 1000 penonton lokal, 500 wisatawan asing, dan 3000 orang menjadi peserta di camping ground.

Baca Lainnya : Presiden Jokowi Inginkan Studio Alam Desa Gamplong Jadi Potensi Wisata Baru

Saat ini, jumlah pengunjung camping ground mencapai 700-800 orang per minggu. Jika bertepatan hari libur, jumlahnya bisa 'membengkak' menjadi 2000 orang. Dampak ini di luar prediksi RKI.

“Harapan kami, bisa memunculkan ekonomi kreatif, meningkatkan ekonomi masyarakat. Harapan kami juga, seluruh desa di Kecamatan Silahisabungan menjadi desa wisata," ungkapnya.

Baca Lainnya : Lewat Pendampingan Berbagai Pihak, Kampung Rimba Jaya Papua Jadi Desa Gemar Membaca

Berbicara TSAF, sebagai kelanjutan SAFe, yang berangkat dari semangat Geopark Kaldera Toba, akan diisi dengan beberapa kegiatan seperti festival seni dan budaya, cross culture music, festival kopi, stand kopi, minum kopi Sidikalang sebanyak 4000 orang dan camping 1000 tenda.

Acara ini merupakan rangkaian festival yang dinamakan 'Harmoni Toba: 33 Hari 33 Menit mengenang, berdoa untuk Danau Toba yang akan diwarnai penyalaan lilin, solidaritas musikalisasi puisi serta pertunjukan lainnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

607 Infrastruktur Kaltim Dibangun dari Dana Desa

Binsar Marulitua   Pendampingan
Bagikan:          
Bagikan: