Kementan Akan Jadikan Jakarta Sebagai Kawasan Rumah Pangan Lestari

TrubusNews
Thomas Aquinus
17 Juli 2018   08:00 WIB

Komentar
Kementan Akan Jadikan Jakarta Sebagai Kawasan Rumah Pangan Lestari

KRPL Cibubur (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kementerian Pertanian menilai bantaran sungai banjir kanal timur di Jakarta berpotensi digunakan sebagai Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) percontohan untuk memasok kebutuhan komoditas cabai di Ibukota.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang mengatakan DKI Jakarta adalah barometer stabilitas pasokan dan harga cabai nasional. Jika skema KRPL nantinya sukses menghasilkan komoditas itu di Jakarta, pola yang sama bisa diterapkan di daerah lain.

“Pinggir sungai dapat kita manfaatkan sebagai KRPL percontohan. Kita bikin bantaran ini cantik ditanami sayuran. Tahun lalu, ada 1.500 KRPL di berbagai daerah, tahun ini kita tingkatkan. Jika saja pinggir sungai ini penuh ditanami cabai, bisa suplai kebutuhan di Jakarta 40% sampai 50%,” ujarnya melalui keterangan resmi.

Baca Lainnya : Ini Dia Program Keren Kementan Atasi Krisis Petani Muda

Keuntungan lain yang dapat diperoleh adalah masyarakat dapat pendapatan dan pemda tidak perlu lagi membersihkan pinggir sungai.

Amran juga menekankan saat ini pasokan dan harga sayur-sayuran khususnya cabai di DKI Jakarta sangat stabil. Ditambah dengan adanya program KRPL, Amran optimistis pasokan cabai dan sayuran lainya meningkat dan harga akan makin stabil.

“Sekarang cabai stabil. KRPL kita bangun, nanti makin stabil lagi. Kita dorong KRPL. Utusan PBB akan mencontoh KRPL Indonesia,” katanya.

Amran menjelaskan bahwa cabai merupakan salah satu komoditas perhatian pemerintah tahun ini. Selain menggenjot produksi, upaya lain yang dilakukan Kementan ialah dengan mengajak peritel, koperasi, dan organisasi yang mewakili kepentingan petani untuk bekerja sama secara terintegrasi dari ke hulu hingga hilir.

Baca Lainnya : Dorong Produktivitas Pertanian, Kemenkop dan UKM Berkolaborasi dengan Kementan

“Dengan begitu, akan terjadi efisiensi rantai pasok dari petani sampai ritel, sehingga pasokan lancar dan harga stabil,” ujarnya.

Dalam Outlook Tanaman Pangan dan Hortikultura 2017 yang dirilis Kementerian Pertanian belum lama ini, harga cabai seringkali ketergantungan dengan kondisi cuaca yang mengakibatkan suplai di pasaran terganggu. Misalnya, pada kondisi cuaca buruk dan bencana banjir di beberapa daerah penghasil cabai berimbas pada turunnya cabai yang bisa dipanen.

Sementara itu, Kementan juga menyarankan penggunaan plastik mulsa untuk budi daya hortikultura seperti cabai, bawang, tomat, mentimun, melon, strawberi dan kubis bunga di perkotaan.

Baca Lainnya : Sekjen Kementan Dukung UKM Pertanian Jadi Pondasi Ekonomi Negara

Menurut Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Suwandi, plastik mulsa baik digunakan oleh para petani. 

"Plastik mulsa ini baik digunakan untuk aneka tanaman sayur dan buah. Ini adalah sarana prasarana yang baik", ujarnya.

Penggunaan plastic mulsa bermanfaat untuk menjaga kelembaban tanah, mengurangi evapotranspirasi, menekan perkembangan gulma, mengurangi kehilangan pupuk akibat penguapan, menekan perkembangan OPT, memperbanyak intensitas sinar matahari, mengurangi aliran air permukaan. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Dana Desa Berikan Dampak Signifikan Terhadap Ekonomi Perdesaan

Pendampingan   23 Feb 2020 - 23:58 WIB
Bagikan:          
Bagikan: