Ketahanan Budaya dan Kearifan Penting Jaga Nilai Tradisi

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
12 Juli 2018   12:00

Komentar
Ketahanan Budaya dan Kearifan Penting Jaga Nilai Tradisi

Pawai Karnaval Budaya dalam rangka hari jadi ke-101 Kota Tebing Tinggi (Foto : Trubus.id)

Trubus.id -- Penjabat Gubernur Sumatera Utara (Pj Gubsu) Eko Subowo mengatakan, ketahanan budaya dan kearifan lokal pun menjadi sangat penting demi menjaga nilai tradisi. 

Hal tersebut dikatakan Eko saat melepas barisan Pawai Karnaval Budaya dalam rangka hari jadi ke-101 Kota Tebing Tinggi, di Jalan Dr Sutomo, Rabu (12/7/2018).

Kehadiran Pj Gubsu Eko Subowo di panggung utama beserta ribuan warga yang memadati jalan di Kota Tebing Tinggi, disuguhi berbagai penampilan budaya dan atraksi dari berbagai unsur masyarakat, termasuk adat istiadat yang dimiliki warga setempat dari berbagai daerah.

Baca Lainnya : Kebudayaan Asli Indonesia Tak Akan Tersingkir Budaya Modern

"Pawai Karnaval Budaya serta malam kebudayaan ini adalah sesuatunya yang luar biasa, patut diapresiasi apa yang dilakukan oleh Tebing Tinggi dalam rangka mempromosikan budaya asli masyarakat," kata Eko Subowo.

(Foto: Trubus.id)

Sebagai bangsa yang besar, lanjut Eko, Indonesia harus punya ketahanan di bidang kebudayaan. Hal ini untuk menyaring budaya asing yang sifatnya lebih menghancurkan (destruktif). Karena itu, satu cara yang menurutnya efektif adalah dengan mempromosikan kekayaan lokal yang dimiliki. 

"Even seperti ini akan sangat membantu dan berkontribusi pada perkembangan pariwisata, baik Tebing Tinggi, Sumatera Utara maupun Indonesia," jelasnya.

Baca Lainnya : Sawah Abadi Warisan Budaya Dunia di Bali Kian Menyusut

Wisatawan mancanegara, khususnya yang datang ke Indonesia, sangat tertarik dengan segala sesuatu yang sifatnya khas dan unik. Sebab sebagian besar orang asing menurut Eko, sudah bosan dengan hingar bingar kota. Diantaranya seperti konsep ecotourism dan culture tourism.

"Harapannya tentu pariwisata di Sumut akan makin berkembang, semakin meningkat dan akan menghasilkan devisa bagi daerah," jelas Eko.

(Foto: Trubus.id)

Wali Kota Tebing Tinggi, Umar Zunaidi Hasibuan menyebut, even karnaval budaya ini dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-101 Kota Tebing Tinggi. Sedangkan promosi nilai dan kekayaan budaya masyarakat di kota ini adalah sebagai upaya untuk menjaga nilai luhur yang dimiliki warganya.

Baca Lainnya : Sah, Seni Pinisi Resmi jadi Warisan Budaya Dunia

"Maka kita nyatakan, kita harus menjaga budaya dengan aksi dan implementasi melalui berbagai kegiatan seperti pawai dan cultural night, untuk menampilkan budaya kita. Agar generasi ke depan tidak hanya mengetahui budaya asing dan tidak merasa memiliki budayanya sendiri," sebutnya.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut Wan Hidayati juga berharap even promosi kearifan lokal dan kekayaan adat istiadat, serta tradisi terjadwal setiap tahunnya.

"Kalau tanggal dan tempatnya bisa ditetapkan setiap tahunnya, maka ini bisa menjadi kalendernya even kita di Sumut. Tentu dengan begitu, akan meningkatkan kunjungan wisatawan di Sumut," sebutnya. [NN]

 

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


irman maulana 12 Juli 2018 - 09:27

penting nih

Artikel Terkait

Bagikan:          

607 Infrastruktur Kaltim Dibangun dari Dana Desa

Binsar Marulitua   Pendampingan
Bagikan:          
Bagikan: