Peduli Lingkungan Sejak Dini, 250 Siswa SD Ikut Olimpiade Sains Kuark

TrubusNews
Thomas Aquinus
10 Juli 2018   20:15 WIB

Komentar
Peduli Lingkungan Sejak Dini, 250 Siswa SD Ikut Olimpiade Sains Kuark

peserta Olimpiade Sains Kuark (Foto : Dok KemenLHK)

Trubus.id -- Pentingnya edukasi pengendalian perubahan iklim sejak dini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan hadirkan 250 siswa sekolah dasar peserta Olimpiade Sains Kuark (OSK) Tahun 2018, untuk mempresentasikan hasil karya Mini Research Project terkait perubahan iklim.

Siswa sekolah dasar yang berumur sekitar 7-13 tahun dari seluruh Indonesia tersebut, merupakan finalis dalam Olimpiade Sains Kuark ke-12 yang dilaksanakan oleh PT Kuark Internasional bekerja sama dengan Yayasan Peduli Bumi Indonesia.

Di tahun 2018, olimpiade yang terbuka untuk seluruh siswa Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) ini, mengambil tema ‘Aksiku untuk Bumiku’ dan menfokuskan pada isu perubahan Iklim.

Baca Lainnya : Akademi Desa 4.0 Harus Dimaksimalkan untuk Pelatihan Kelola BUMDes

Menurut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Helmi Basalamah mengatakan, persoalan lingkungan dirasakan oleh semua kalangan umur termasuk anak-anak sekolah, dan perubahan iklim akan sangat mengganggu aktifitas mereka.

“Oleh karena itu, kreatifitas anak-anak dalam mencari solusi praktis terkait pengendalian perubahan iklim, sangat membantu pemerintah,” kata Helmi, Selasa (10/7).

Lingkungan dan kesadaran sejak dini

Helmi juga berharap kegiatan positif ini dapat berlanjut setiap tahun dan hasil penelitiannya dapat mengedepankan substansi bermuatan lokal.
“Mengenali persoalan lingkungan dan sekaligus memberikan solusi yang dimulai sejak dini, dari lingkungan rumah dan sekolah yang ditunjukkan oleh para siswa ini patut dicontoh,” ujarnya.

Baca Lainnya : Tingkatkan Kualitas, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Gumas Gelar Pelatihan BUMDes

Sementara itu, Direktur PT Kuark Internasional, Sanny Djohan, mengungkapkan, Olimpiade Sains Kuark ini dimulai sejak tahun 2007. Pemilihan tema terkait perubahan iklim, disebabkan dampak perubahan iklim sudah dirasakan di tengah-tengah masyarakat.

“Banyaknya kejadian cuaca ekstrim yang ditandai dengan banjir dan hujan yang tidak beraturan merupakan salah satu gejalanya, sehingga sejak dini kita perlu memperkenalkan persoalan bahaya dari pemanasan global ini,” pungkasnya. [NN] 

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: