Bisnis Model Prukades, Solusi Atasi Kemiskinan di Daerah

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
10 Juli 2018   18:45

Komentar
Bisnis Model Prukades, Solusi Atasi Kemiskinan di Daerah

Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terus mendorong program Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades). Hal ini dilakukan dalam upaya meningkatkan daya saing usaha berskala kawasan perdesaan.

Menurutnya, Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi yang bagus. Namun masih banyak masyarakat miskin karena salah satunya tidak bisa mengakses pasar dan economic of skill

Melihat kenyataan tersebut, Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo mengenalkan bisnis model Prukades (Produk Unggulan Kawasan Perdesaan) sebagai usaha untuk meningkatkan perekonomian di kawasan perdesaan.

Baca Lainnya : Menteri Desa PDTT Dukung Program Prukades di Kabupaten Demak

“Bisnis model Prukades ini membuat ekonomi cluster, fokus maksimal pada tiga komoditas. Saya apresiasi seminar internasional ini untuk meng-creat opportunity dan mengatasi masalah-masalah ini dengan para pakar ekonomi,” jelasnya, seperti dilansir dari Kemendesa, Selasa (10/7).

Mendes PDTT yang berbicara sebagai honourable speaker dalam Seminar International Conference Microeconomics of Competitiveness (MOC) bertema Comparative Cluster Initiatives in Asia mengungkapkan, mayoritas penduduk desa mempunyai masalah di bidang ekonomi.

Menurutnya, sebanyak 82,77 persen penduduk desa bekerja di sektor pertanian, namun masalahnya yaitu skala ekonomi kecil, akses pasar yang sangat  terbatas, tidak terintegrasi vertikal, tidak tersedianya industri pascapanen, dan minim permodalan dan keterlibatan swasta.

Baca Lainnya : Prukades Berhasil Turunkan Angka Kemiskinan di Kabupaten Gorontalo

“Rata-rata usaha kecil di perdesaan masih mengalami masalah distribusi sehingga menyebabkan harga beli di petani masih rendah. Solusinya yaitu klusterisasi produk unggulan desa, menciptakan integrasi vertikal dan pelibatan swasta untuk industri pascapanen,” jelasnya.

Mendes PDTT Eko berharap produktivitas ekonomi perdesaan bisa meningkat seiring dengan pengelolaann yang lebih efisien, biaya produksi bisa ditekan dan profit bisa maksimal untuk masyarakat desa.

Baca Lainnya : Agar Perekonomian Desa Maju, Menteri Desa Ingin Program Prukades Segera di Gencarkan

Mendes PDTT Eko juga menjelaskan contoh sukses bisnis model pengembangan prukades di Kabupaten Pandeglang (komoditas jagung dan budidaya kerapu), pengembangan prukades di lahan transmigrasi Melolo, Sumba Timur dengan komoditas tebu, pengembangan prukades di Kabupaten Tulang Bawang dengan komoditas udang.

Beberapa negara memiliki tingkat konsumsi yang lebih tinggi dibandingkan dengan produksinya. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada peluang bagi Indonesia untuk menjadi pengekspor komoditi pertanian ke negara lain. Diharapkan dengan program Prukades ini bisa meningkatkan pendapatan masyarakat desa dan petani khususnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: