Surabaya Raih Penghargaan Internasional Lee Kuan Yew World City karena Kampung Nelayan

TrubusPreneur
By Binsar Marulitua | Followers 0
10 Juli 2018   11:30

Komentar
Surabaya Raih Penghargaan Internasional Lee Kuan Yew World City karena Kampung Nelayan

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini  terima piagam penghargaan Lee Kuan Yew World City Prize (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Usaha Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya merevitalisasi dan mengembangkan pemberdayaan masyarakat di zona permukiman kumuh Surabaya berbuah  manis. Berkat kerja kerasnya, Kota Pahlawan tersebut 'diganjar' piagam penghargaan Lee Kuan Yew World City Prize kategori Special Mention di Marina Bay Sands Expo and Convention Center, Singapura, Senin Malam (9/7).  

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan keterbatasan anggaran Kota Surabaya dalam pembangunannya, bukan menjadi halangan untuk membangun kota yang berkesinambungan. 

"APBD Kota Surabaya mungkin lebih kecil dibanding tiga kota peraih special mention lainnya, tapi kami buktikan jika bisa merubah wajah kota lebih nyaman, bersih bagi warga," kata Risma seperti dalam keterangan tertulis. 

Baca Lainnya : Kebun Binatang Surabaya, Mendapat 3 Anggota Keluarga Baru, Siapa Kah Itu?

Selain Surabaya, kategori special mention juga diterima oleh Hamburg (Jerman), Kazan (Rusia) dan Tokyo (Jepang). Adapun penghargaan utama Lee Kuan Yew diraih oleh Seoul (Korea Selatan).

Pada kesempatan itu, Risma juga memaparkan keberhasilan Kota Surabaya dalam mengubah wajah kampung nelayan yang kumuh menjadi berwarna dan bersih. Bahkan, program ekonomi kemasyarakatan bagi para nelayan mampu mengangkat perekonomian warga serta penanganan sosial dan anak.

"Mengajak warga kampung untuk berperan aktif dalam lingkungan maupun ekonomi kemasyarakatan menjadi fokus kami menjadikan Surabaya milik bersama. Terbukti, dengan melibatkan masyarakat secara langsung, kini sudah 6 ribu lebih kelompok ekonomi," ujarnya.

Baca Lainnya : Mudahkan Pengawasan, Surabaya Akan Bangun Rumah Potong Khusus Unggas

Risma juga memastikan kelompok ekonomi masyarakat dan pemuda tidak hanya dilatih tentang produk dan pengelolaan keuangan. Namun, dari segi perizinannya juga dibantu oleh Pemkot Surabaya. 

"Kami juga pastikan sisi hukumnya dengan mengurus perizinan usaha dan hak paten produk yang dihasilkan warga," katanya.

Sedangkan untuk bidang pendidikan, Risma memaparkan Kota Surabaya memiliki banyak program beasiswa bagi anak- anak Surabaya, mulai pilot, teknik mesin pesawat hingga pramugari. 

Baca Lainnya : Risma Ingin Surabaya Punya Banyak Hutan Kota Dengan Konsep Berbeda-beda

"Kita juga menggandeng universitas untuk memberikan beasiswa berbagai jurusan," katanya.

Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini juga mengaku akan merangkul inovasi, beradaptasi kepada teknologi-teknologi baru dan mengatasi bisnis-bisnis model baru serta menghadapi tantangan-tantangan baru ke depannya.

Baca Lainnya : Wow, Pemkot Surabaya Segera Realisasikan Bayar Bus Sekolah Pakai Sampah Plastik

Risma mengaku sempat minder dengan tiga kota pemenang special mention lainnya, seperti Kazan, Humburg dan Tokyo. Sebab, ia menilai ketiga kota itu merupakan kota-kota besar dunia.

"Saya sempat minder. Lha, tiga-tiganya itu termasuk kota-kota besar. Tapi kan yang menilai menang atau kalahnya bukan saya, tapi sudah ada jurinya. Bahkan, tadi naik panggung saya juga sempat minder," katanya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

607 Infrastruktur Kaltim Dibangun dari Dana Desa

Binsar Marulitua   Pendampingan
Bagikan:          
Bagikan: