Cegah Stunting, Unej Kerahkan Mahasiswa KKN ke Daerah

TrubusNews
Ihsan Maulana
09 Juli 2018   19:15 WIB

Komentar
Cegah Stunting, Unej Kerahkan Mahasiswa KKN ke Daerah

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Universitas Jember (Unej), saat ini menerjunkan mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) dalan upaya mencegah kasus stunting (tubuh kerdil) karena kurang gizi kronis di Kabupaten Jember, Bondowoso, serta Probolinggo.

Pelepasan mahasiswa peserta KKN Tematik tahap pertama ini, dilaksanakan dalam upacara pelepasan yang dipimpin oleh Rektor Unej, Moh Hasan di lapangan utara Gedung Soetardjo Kampus Unej, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pagi tadi Senin (9/7).

Baca Lainnya : Cegah Gizi Buruk dan Stunting, Kemensos Kerja Sama Dengan WFP

Koordinator Pusat Pemberdayaan Masyarakat Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Unej, Hermanto Rohman menyebutkan, dari 10 program tematik yang digelar, sebanyak 280 mahasiswa akan mengikuti KKN tematik bertema "Stunting dan Sanitasi".

"Jadi mereka diterjunkan di 28 desa, yakni 8 desa ada di Kabupaten, Jember, 10 desa di Kabupaten Bondowoso, dan 10 desa sisanya di Kabupaten Probolinggo," ujarnya di Jember, Senin (9/7).

Baca Lainnya : Berkat Dana Desa Angka Stunting di Gorontalo Menurun

Ia menilai, pemilihan desa lokasi penerjunan KKN Tematik "Stunting dan Sanitasi" ini, berada di sejumlah desa yang 40 persen anak-anaknya menderita stunting.

Di sisi lain, dosen Fakultas Kedokteran Unej, dr Al Munawwir yang juga menjadi salah seorang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) menegaskan, para mahasiswa peserta KKN tema stunting dan sanitasi pada tahap pertama ini, akan melakukan observasi kondisi tiap desa, karena penyebab stunting bisa berbeda-beda.

"Dari pengamatan yang kami lakukan, stunting bisa disebabkan tiga hal, pertama karena masyarakat sulit mendapatkan sumber makanan bergizi, kedua sumber makanan bergizi ada, tetapi masyarakat belum mengetahuinya atau tidak tahu bagaimana mengolahnya, dan terakhir terkait masalah kebiasaan dan budaya," sambungnya.

Baca Lainnya : Nila Moeloek Andalkan Dana Desa Untuk Atasi Stunting

Untuk itu, setelah penyebab stunting diketahui, maka pihaknya akan menginstruksikan mahasiswa agar membuat program kegiatan, yang bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat akan bahaya dan penanganan stunting sesuai kondisi di lapangan.

"Kami berharap, dengan adanya mahasiswa KKN, maka akan turut membantu pencapaian SDGs. Khusus tema Stunting dan sanitasi dipilih karena kami tidak ingin terjadi 'lost generation'," ungkap Rektor Unej, Moh Hasan. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Trubus Dorong Kemandirian Pangan Keluarga dengan Tabulampot

Pendampingan   08 Agu 2020 - 16:11 WIB
Bagikan:          

Babad Bina Swadaya, Awal Mula Berdirinya Bina Swadaya

Pendampingan   04 Agu 2020 - 15:15 WIB
Bagikan: