Menkeu Sri Mulyani Blusukan ke Pasar Telukan Sukoharjo

TrubusNews
Ihsan Maulana
27 Mei 2018   04:39 WIB

Komentar
Menkeu Sri Mulyani Blusukan ke Pasar Telukan Sukoharjo

Pedagang di pasar (Foto : Foto: Ilustrasi, Trubus.id / Ihsan Maulana)

Trubus.id -- Menteri Keuangan Sri Mulyani, hari ini blusukan ke Pasar Telukan Sukoharjo di Jawa Tengah. Kegiatan tersebut dimanfaatkannya untuk berdialog dengan sejumlah pedagang pasar, yang sudah mendapatkan kredit pembiayaan ultra mikro.

Kredit pembiayaan ultra mikro (UMi), merupakan program bantuan pembiayaan dari pemerintah, untuk para pelaku usaha kecil seperti penjual ayam, tukang jahit, dan pelaku usaha terkait lainnya, dengan maksimal pinjaman sebesar Rp 10 juta per usaha.

Sri meyakini, kredit tersebut sangat membantu pedagang kecil di pasar yang membutuhkan bantuan pembiayaan berkisar hingga Rp 10 juta. Sejak digulirkan pada 2017, program ini dinilai cukup berhasil membantu pedagang dan koperasi menjalankan usaha.

Baca Lainnya: Kabar Baik, Kementerian BUMN Target Bina 800 Ribu UMKM Tahun Ini

"Kalau KUR kan lewat bank, jumlah anggarannya Rp 100 triliun. Tapi itu kan untuk volume yang di atas, sehingga masyarakat kecil ini memang segmen yang berbeda dan selama ini mereka dapat pinjaman dari berbagai sumber, tapi dengan biaya yang lebih tinggi.

Pemerintah menggunakan investasinya sekarang jumlahnya sudah Rp 2,5 triliun diputarkan dengan volume yang kecil tadi. Jadi ini dari rakyat untuk rakyat," ujarnya ketika ditemui di Pasar Telukan Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (26/5).

Sementara penyaluran kredit ultra mikro dengan anggaran sebesar Rp 1,5 triliun, saat ini telah tersalurkan hingga Rp 1,04 triliun. Kemudian sampai dengan 22 Mei 2018, kredit tersebut berhasil disalurkan ke 385.277 debitur di seluruh Indonesia.

Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur merupakan tiga provinsi terbanyak penyerap kredit ultra mikro, dengan masing-masing Rp 279,23 miliar, Rp 233,65 miliar dan Rp 136,38 miliar.

Melihat animo yang cukup baik dari masyarakat, Sri Mulyani menyatakan, tidak menutup kemungkinan jika akan menaikkan lagi pagu anggaran program kredit ultra mikro tahun depan.

"InsyaAllah, kita nanti lihat dalam APBN. Kan nanti akan dibahas lagi dengan dewan," tutupnya.  [KW]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Menkop dan UKM Optimis Brand Kopi Lokal Mampu Bersaing

Pendampingan   22 Jan 2020 - 08:07 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: