Kualitasnya Terbaik, Barito Utara Tingkatkan Produksi Anyaman Rotan

TrubusNews
Astri Sofyanti
25 Mei 2018   10:31 WIB

Komentar
Kualitasnya Terbaik, Barito Utara Tingkatkan Produksi Anyaman Rotan

Hasil anyaman rotan (Foto : Foto: Istimewa)

Trubus.id -- Kerajinan anyaman rotan asal Kabupaten Barito Utara memiliki kualitas terbaik. Selain itu, kerajinan anyaman rotannya juga sangat disukai masyarakat mulai dari tas, anyaman rambat, serta aksesoris lainnya.

Untuk itu, Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi Barito Hulu Unit V Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah akan memberikan pembinaan kepada perajin anyaman rotan guna mendongkrak produksi dan meningkatkan perekonomian warga sekitar.

“Pembinaan dilakukan di Desa Tambaba Kecamatan Gunung Purei mulai 6 Juni 2018 mendatang," ujar Kepala Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Barito Hulu Unit V Kabupaten Barito Utara, Rudi Chandra Utama di Muara Teweh, baru-baru ini.

Baca Lainnya: Dua Tahun Lagi Kalimantan Bakal Punya Kebun Raya Terbesar di Indonesia

Pembinaan perajin anyaman rotan yang akan dilakukan mulai dari tahap pengembangan pohon rotan agar tetap terjaga kelestariannya. Hal ini penting dilakukan karena pemeliharaan rotan yang baik memerlukan tanaman penyangga yang menggunakan pohon kayu dengan jenis apapun.

Dengan memberikan pembinaan kepada warga mulai dari menanam rotan, hal ini juga akan membuat mereka juga memelihara kelestarian hutan.

Oleh karena itu, nantinya warga diberikan bimbingan cara menanam rotan yang baik, serta menjadikan hutan disekitarnya juga tetap hijau.

“Jika warga dapat memelihara pohon rotan, kita pastikan hutan di sekitarnya juga dapat terjaga dan terpelihara dengan baik, ini karena rotan hidup berdampingan dengan pohon kayu jenis lain,” ungkapnya.

Rudi mengatakan saat ini hasil rotan di Kecamatan Gunung Purei memang sangat banyak, sehingga banyak perajin yang menghasilkan anyaman.

"Maksud dan tujuan pembinaan agar hasil hutan seperti rotan dan kayu bisa diwariskan pada generasi yang akan datang," tutup Rudi. [KW]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Syarat Pengembangan Desa Pesisir Menjadi "Dewi Bahari"

Pendampingan   18 Mei 2020 - 13:21 WIB
Bagikan: