Mentan Andi Amran: Yang Bisa Ubah Pertanian Kita Adalah Ide Baru

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
24 Mei 2018   11:00

Komentar
Mentan  Andi Amran:  Yang Bisa Ubah Pertanian Kita Adalah Ide Baru

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman (Foto : Foto: Dok Kementan)

Trubus.id -- Untuk mewujudkan Indonesia sebagaii lumbung pangan dunia tahun 2045, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak para mahasiswa Universitas Jember (Unej) di Jember, Jawa Timur menjadi petani yang sukses.

“Saya tekankan, peran mahasiswa sebagai generasi muda sangat penting dalam memajukan pertanian berbasis teknologi sehingga Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia,” katanya melalui siaran pers di Jember, Kamis (24/5) yang dikutip dari Antara.

Baca Lainnya: Shofyan Adi Cahyono: Bertani Tak Perlu Gengsi

Amran yang didampingi oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Aster Kasad) Mayjen TNI Supartodi memberikan kuliah umum kepada ribuan mahasiswa Unej dengan tema “Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045” yang digelar di Gedung Soetardjo Unej, Rabu (23/5).

Pada kesempatan tersebut, Amran menceritakan pengalamannya selama menjadi bagian Kabinet Kerja sejak 2014. Salah satunya mengenai terobosan yang dilakukan dan capaiannya seperti merombak regulasi terkait pengadaan karena mekanisme tender membuat bantuan sarana produksi kepada petani menjadi mubazir.

Baca Lainnya: Moeldoko: Sasaran Peserta KKN di Sumbar untuk Menyelesaikan Masalah Dana Desa dan Pertanian

“Anggaran keluar Januari, empat bulan tender. Selesai panen, baru traktor diterima petani, sehingga sia-sia,” ujarnya.

Hal tersebut mendorongnya menemui Presiden Joko Widodo dan meminta regulasi pengadaan barang/jasa diubah. Selain itu, Amran juga berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan tujuan penyimpangan dapat dihindari dan anggaran tidak diselewengkan, sehingga Kementan berhasil memperoleh penghargaan anti-gratifikasi.

Baca Lainnya: Pengamat Pertanian Nilai Pengembangan SDM Petani Kopi Flores Belum Optimal

Terobosan lain yang dilakukan yakni meningkatkan alokasi anggaran untuk petani langsung. Hal tersebut memberikan dampak konsekuensinya anggaran seminar, peresmian, pengadaan, dan uang perjalanan dinas alokasinya dicabut.

Amran juga mendorong peneliti pertanian lebih giat melakukan riset dan berinovasi, sehingga pemerintah dapat memajukan pertanian nasional, serta meningkatkan kesejahteraan petani.

Baca Lainnya: BUMDes Pekon Srirahayu Jalin Kerja Sama Tingkatkan Produksi Petani

“Yang bisa mengubah pertanian adalah ide baru untuk memberikan perubahan dengan menggunakan teknologi baru, ini tugasnya dosen dan mahasiswa. Jangan takut dengan kegagalan karena kunci untuk sukses yaitu belajar minimal 10 jam perhari, disiplin, jujur, bekerja dan berdoa,” jelasnya.

Kedepannya, Amran berharap mahasiswa mampu merawat, bahkan meningkatkan program-program pertanian sehingga mampu menjaga negara Indonesia di bidang kedaulatan pangan.

Menurutnya, mahasisa harus belajar dengan giat dan mengadakan penelitian-penelitian yang dapat melahirkan penemuan-penemuan baru untuk menyempurnakan pertanian dari generasi ke generasi. [NN]


 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: