Deka Novendra Kembangkan Batik Khas Wonogiri Secara Eksklusif

TrubusPreneur
By Karmin Winarta | Followers 0
13 Feb 2018   16:30

Komentar
Deka Novendra Kembangkan Batik Khas Wonogiri Secara Eksklusif

Deka Novendra, pengusaha batik (Foto : Foto: Istimewa)

Trubus.id -- Batik identik dengan Solo, Jogja, Pekalongan, Lasem dan Cirebon. Batik Wonogiri tampaknya belum banyak yang mengenalnya. Padahal batik wonogiri (wonogiren) mempunyai karakter yang unik, berbeda dengan wilayah lain.

Berawa dari ketidaktahuan soal batik Wonogiri, Deka Novendra yang asli Wonogiri berusaha mengembangkan batik khas Wonogiri.

Deka yang menamai brand batiknya dengan “Novendra Batik” ini sengaja mencipta motif-motif batik eksklusif. Satu motif hanya untuk satu lembar kain batik. Sehingga jika kita memakai batik dari Novendra Batik, tak akan ada yang menyamainya.

Selain kualitas kainnya kelebihan batik yang ia produksi adalah motifnya yang kekinian dan pengerjaan membatiknya yang halus, rapi, tidak berantakan.

Produksi yang Terbatas

Demi menjaga kualitas, Deka yang hobi main tenis lapangan ini sengaja memroduksi batik tidak secara massal. Rata-rata ia mampu memroduksi sebanyak 150 kain per lembar.

Pangsa pasarnya tidak hanya di Jawa, namun telah merambah ke Palu, NTT dan Sumatra. Ia memproduksi batik-batiknya di Wonogiri dengan memberdayakan warga di sekitarnya. 

Baca Lainnya: Dengan Hidroponik, Sekarang Faris Sukses Jadi Petani Kekinian

Selain ia membuka galerinya di Baturetno, Wonogiri, ia memanfaatkan media sosial untuk pemasarannya.  Dengan akun Instagram @NovendraBatik, laki-laki yang suka traveling ini mengenalkan batik wonogiri yang mempunyai karaker warna yang cerah. Pelanggannya bermacam-macam mulai pns, karyawan bank dan artis yang rata-rata masih muda.

Motif batik yang Eksklusif

Semua motif batik ia sendiri yang menciptakan, dan dibantu 7-8 orang pembatik. Musim hujan seperti sekarang ini, produksinya dihentikan karena matahari yang tak pernah muncul. 

Kepada Trubus.id ia menjelaskan, matahari adalah pengering terbaik, jika tidak ada matahari, warna batik yang dihasilkan tidak maksimal.

Karena kualitas dan keunikan motifnya, batiknya pernah dipakai dalam ajang male peagent.   

Kepada Trubus Mania, ia memberikan tips, jika ingin sukses dalam berbisnis apa saja,  harus jujur, kerja keras dan memberikan service yang baik untuk pelanggan.

Deka mengaku kesuksesan yang ia capai sekarang ini tak lepas dari peran para pembatik. 

“Saya mendapatkan keuntungan bukan untuk diri saya saja,  tetapi juga untuk para pembatik. Apa yang saya dapat juga ada kewajiban untuk mereka, “ tambahnya.

Dulu Deka adalah seorang karyawan di sebuah BUMN terkenal di Jakarta. Namun ia merasa tergerak untuk mengenalkan batik wonogiren sebagai warisan budaya yang harus dilestarikan.

Kini, pria yang tinggal di Matraman, Jakarta Timur ini mondar-mandir Jakarta – Wonogiri untuk mengurus bisnisnya. [KW]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: